This Author published in this journals
All Journal LoroNG
Ramadhani, Alifia Rahmawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problematika Pengembangan Rural Tourism dalam Perspektif Psikologi Lingkungan (Studi di Kampung Wisata Jodipan Malang) Ramadhani, Alifia Rahmawati; Cahyani, Wahyu Gita
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v7i1.229

Abstract

This study illustrated the importance of paying attention to the convenience of the tourists who visit to a tourist destination. The comfort felt by tourist’ll influence their decision to visit that destination again or not. If we’re talk about the tourist attraction Malang city has a lot of interesting tourism object. One of them is Jodipan Tourism (KWJ) that comes with carrying concept of rural tourism. The unique arrangement in it is able to attract tourists to visit, including domestic tourists or even foreign tourist. Since 2016, KWJ has been visited by many tourists and even made it the annual location of traditional dance performances by one of the state universities in Malang City. However, although it is considered unique, the longer KWJ visitors experience a decline. And when the condition of the decline is ignored, certainly it would be dangerous for KWJ itself. So by using the phenomenological method, this study seek to uncover the problems that exist in the KWJ. The results of this research indicate that the KWJ have complex problems in its development, originating in terms of human resources and natural resources. Therefore, by the perspective of environmental psychology, the study also seeks to provide an alternative solution in the KWJ development based on the needs the comfort of travellers and to care environmental sustainability. Penelitian ini menggambarkan pentingnya memperhatikan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke sebuah destinasi wisata. Kenyamanan yang dirasakan oleh wisatawan tersebut nantinya akan mempengaruhi pengambilan keputusan mereka untuk kembali mengunjungi destinasi wisata itu atau tidak. Apabila membicarakan tentang destinasi wisata, di Kota Malang sendiri memiliki banyak sekali destinasi yang menarik. Salah satunya adalah Kampung Wisata Jodipan (KWJ) yang hadir dengan mengusung konsep rural tourism. Kondisi KWJ yang unik ternyata mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Sejak tahun 2016, KWJ sudah banyak dikunjungi oleh wisatawan dan bahkan sampai dijadikan lokasi tahunan penampilan seni tari oleh salah satu universitas negeri di Kota Malang. Akan tetapi meskipun dianggap unik, lambat laun pengunjung KWJ terus mengalami penurunan. Ketika kondisi penurunan tersebut diabaikan, tentu akan membahayakan KWJ itu sendiri. Sehingga dengan menggunakan metode fenomenologis, penelitian ini berusaha mengungkap permasalahan­permasalahan yang ada di KWJ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KWJ ternyata memiliki problematika yang kompleks dalam pengembangannya, baik dari segi sumber daya manusia maupun sumber daya alamnya. Oleh karena itu, melalui perspektif psikologi lingkungan, penelitian ini juga berupaya untuk memberikan alternatif solusi dalam pengembangan KWJ yang didasarkan pada kebutuhan kenyamanan wisatawan sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan.
Relevansi Romantisisme Melawan Kerusakan Lingkungan Ramadhani, Alifia Rahmawati
LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Kajian, Penelitian dan Pengembangan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/lorong.v8i1.410

Abstract

Kerusakan lingkungan saat ini mendekati ambang batas daya dukung lingkungansehingga menimbulkan kompleksitas bencana dalam berbagai aspek. Sistem kapitalismedan industrialisme ditunjuk sebagai basis pengeksploitasian alam hingga berujung padakerusakan lingkungan yang kronis. Namun langgengnya sistem tersebut tidak luput dariperan manusia, dimana paradigma berkaitan erat terhadap pengambilan sikap. MenurutFritjof Capra, paradigma mekanistik Descartes dalam memandang alam turut mendorongkerusakan lingkungan. Melalui cogito ergo sum-nya, rasio ditempatkan pada tingkatan tertinggi.Hal ini bertolak belakang terhadap keholistikan sebagai upaya pelestarian alam. Kemudiangerakan romantisisme pada abad ke-18 hadir melawan hegemoni rasio-mekanistik.Tujuannya mengembalikan tradisi Aristotelian yang berfokus pada alam sebagai kesatuanpadu dan organik. Namun, kini gerakan romantisisme dinilai tidak kuat secara fundamental.Hal ini disebabkan kualitas rasa sebagai tolak ukur romantisisme bertentangan dengan obsesimasyarakat terhadap fenomena yang dapat dikuantifikasi saja. Tulisan ini berusaha menarikbenang merah atas paradigma romantisisme serta relevansinya dalam melawan kerusakanlingkungan.Kata kunci: Kerusakan alam, rasio-mekanistik, Descartes, romantisisme