LoroNG
Vol 8 No 1 (2019)

Relevansi Romantisisme Melawan Kerusakan Lingkungan

Ramadhani, Alifia Rahmawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Jan 2020

Abstract

Kerusakan lingkungan saat ini mendekati ambang batas daya dukung lingkungansehingga menimbulkan kompleksitas bencana dalam berbagai aspek. Sistem kapitalismedan industrialisme ditunjuk sebagai basis pengeksploitasian alam hingga berujung padakerusakan lingkungan yang kronis. Namun langgengnya sistem tersebut tidak luput dariperan manusia, dimana paradigma berkaitan erat terhadap pengambilan sikap. MenurutFritjof Capra, paradigma mekanistik Descartes dalam memandang alam turut mendorongkerusakan lingkungan. Melalui cogito ergo sum-nya, rasio ditempatkan pada tingkatan tertinggi.Hal ini bertolak belakang terhadap keholistikan sebagai upaya pelestarian alam. Kemudiangerakan romantisisme pada abad ke-18 hadir melawan hegemoni rasio-mekanistik.Tujuannya mengembalikan tradisi Aristotelian yang berfokus pada alam sebagai kesatuanpadu dan organik. Namun, kini gerakan romantisisme dinilai tidak kuat secara fundamental.Hal ini disebabkan kualitas rasa sebagai tolak ukur romantisisme bertentangan dengan obsesimasyarakat terhadap fenomena yang dapat dikuantifikasi saja. Tulisan ini berusaha menarikbenang merah atas paradigma romantisisme serta relevansinya dalam melawan kerusakanlingkungan.Kata kunci: Kerusakan alam, rasio-mekanistik, Descartes, romantisisme

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

lorong

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Social Sciences Other

Description

LoroNG: Media Pengkajian Sosial Budaya adalah jurnal ilmiah mahasiswa yang diterbitkan sebagai wadah pengkajian sosial dan budaya. Jurnal ini bertujuan menjadi tempat pengembangan kemampuan kritis dan analitis mahasiswa serta menjadi sarana untuk menggairahkan kembali tradisi menulis di kalangan ...