Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Agroteksos

ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN JAMUR TIRAM DI DESA BITIS KECAMATAN GELUMBANG KABUPATEN MUARA ENIM (STUDI KASUS UMKM TUNAS BARU BERKARYA) Hartika, Dini; Thony Ak, Agoes; Sukardi, Sukardi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah, pola saluran pemasaran, dan strategi pengembangan produk olahan jamur tiram pada UMKM Tunas Baru Berkarya di Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Permasalahan yang diangkat meliputi besarnya nilai tambah produk keripik jamur tiram krispy dan kerupuk jamur tiram, bentuk saluran distribusi yang digunakan, serta strategi pemasaran yang diterapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling, di mana responden utama adalah pemilik UMKM. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode Hayami untuk nilai tambah, analisis deskriptif kualitatif untuk pola saluran pemasaran, serta analisis SWOT yang diperkaya teori Dynamic Capabilities untuk strategi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pengolahan jamur tiram krispy mencapai Rp51.000/kg dengan rasio 37,78% dan keuntungan Rp20.600/kg, sedangkan pada kerupuk jamur tiram nilai tambah sebesar Rp140.500/kg dengan rasio 46,83% dan keuntungan Rp40.500/kg. Saluran pemasaran dilakukan melalui dua pola, yaitu langsung ke konsumen (offline) dan melalui perantara (reseller serta penjualan online berbasis media sosial). Strategi pemasaran yang diterapkan meliputi bauran pemasaran (produk, harga, tempat, promosi) dengan dukungan promosi dari pemerintah daerah, namun masih terbatas dari sisi distribusi, teknologi pengolahan, serta promosi digital. Analisis SWOT menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku, harga terjangkau, dan dukungan pemerintah menjadi kekuatan utama, sementara kelemahan meliputi keterbatasan distribusi, promosi, serta belum adanya analisis gizi produk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan jamur tiram memiliki potensi nilai tambah yang signifikan, namun keberlanjutan usaha sangat ditentukan oleh peningkatan kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta penguatan strategi pemasaran digital.