Evy Sulistyoningrum
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Review of The Potential of Neural Stem Cells in Spinal Cord Injury Repair and Neural Tissue Regeneration Muhammad Hamza Mubarak; Evy Sulistyoningrum
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i1.7238

Abstract

Cedera tulang belakang (Spinal Cord Injury/SCI) merupakan kondisi neurologis serius yang menyebabkan gangguan fungsional jangka panjang dan penurunan kualitas hidup secara signifikan. Keterbatasan mekanisme regeneratif dalam sistem saraf pusat (CNS) menjadikan pemulihan SCI sebagai tantangan besar dalam dunia medis. Neural Stem Cells (NSCs) muncul sebagai terapi potensial karena kemampuannya berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel saraf dan berintegrasi dengan jaringan yang rusak. Studi ini bertujuan untuk memetakan lanskap riset terkini terkait penggunaan NSCs dalam regenerasi jaringan saraf akibat SCI melalui metode scoping review. Kajian ini dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA-ScR, dengan pencarian literatur dari tahun 2015 hingga 2025 melalui database PubMed dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait “Neural Stem Cells” dan “Spinal Cord Injury”. Sebanyak 145 studi memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 88% studi praklinis dan 12% uji klinis. Mayoritas penelitian menyoroti keberhasilan transplantasi NSCs pada model hewan SCI, dengan 60% di antaranya melaporkan peningkatan signifikan dalam fungsi motorik dan sensorik. NSCs terbukti dapat berdiferensiasi menjadi neuron, oligodendrosit, dan astrosit, serta memperbaiki jaringan yang rusak. Meskipun hasil praklinis menunjukkan harapan tinggi, penerapan klinis masih menghadapi hambatan seperti rendahnya tingkat kelangsungan hidup sel, metode transplantasi yang belum optimal, dan isu etik. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi tantangan tersebut, termasuk perluasan uji klinis dengan populasi lebih besar guna mengevaluasi efektivitas dan keamanan terapi NSC dalam pengobatan SCI.
Efek Nefroprotektif Nanoemulsi Kulit Jeruk (Citrus Reticularis) dan Aloe Vera: Studi pada Tikus Model Nefropati Diabetik Terinduksi Uninefrektomi dan Streptozotocin Dede Syifa Izzatul Aulia; Mutia Fudhla Karima; Ridha Syifaa Ar-Rahiim; Evy Sulistyoningrum
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v5i1.7712

Abstract

Diabetic nephropathy is a chronic complication resulting from hyperglycemia, which triggers oxidative stress and inflammation, leading to progressive structural and functional kidney damage. Orange peel and Aloe vera contain bioactive compounds with antioxidant and antifibrotic properties that may protect the kidneys from diabetes induced injury. Nanoemulsion delivery systems can enhance the bioavailability of these extracts in the body. This experimental study aimed to analyze the nephroprotective effects of orange peel and Aloe vera nanoemulsion in a diabetic nephropathy rat model, including glomerular morphology and kidney function. A post-test only control group design was used on Wistar rats divided into five groups: positive control, negative control, and three treatment groups receiving varying nanoemulsion doses. Glomerular structure was evaluated by assessing the number of glomeruli exhibiting synechiae and analyzed using the Kruskal–Wallis test due to non-normal data distribution, yielding p=0.2387 (p>0.05), indicating no significant differences among groups. Urea levels were elevated above normal, whereas creatinine levels remained within normal limits. Although not statistically significant, the treatment groups demonstrated nephroprotective tendencies, shown by improvements in glomerular synechiae in the diabetic nephropathy model.