Habibi, -
Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Pembangunan Pelabuhan Perikanan Gorontalo Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Gorontalo dengan Analisis Input Output (I/O) Habibi, -
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 7, No 2 (2017): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.479 KB)

Abstract

Gorontalo merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi perikanan dan kelautan cukup melimpah. Tiga daerah perairan yang menjadi sentra penghasil sumber daya perikanan antara lain Teluk Tomini, Laut Sulawesi, dan Zone Ekonomi Eksklusif Laut Sulawesi. Setidaknya sektorperikanan tangkap di Gorontalo bisa memproduksi 37.036 ton/tahunnya, budidaya laut menghasilkan 5.648,3 ton/tahun, budidaya air payau sebesar 1.553,2 ton/tahun, serta ditambah dengan budidaya ikan air tawar yang terus mengalami peningkatan hingga mampu menghasilkan 928,6 ton/tahun. Analisis Input–Output adalah suatu analisis atas perekonomian negara secara komprehensif karena melihat keterkaitan antar sektor ekonomi di negara tersebut secara keseluruhan. Tujuan penyusunan Analisis Input-Outputbidang kelautan terhadap pembangunan nasional adalah untuk menyediakan data tabel Input Output kelautan yang cukup rinci dan up to date, sehingga dapat dijadikan dasar perencanaan kebijakan dalam pengembangan sektor kelautan di Indonesia. Total konsumsi masyarakat yang dihasilkan perekonomian Gorontalo pada tabel input output tahun 2009 sebesar Rp 628.757.080 milyar atau 100 % (Impor hasil perikanan tidak ada). Secara keseluruhan neraca perdagangan pada perekonomian Gorontalo mengalamisurplus perdagangan.
Kegagalan Sistem Keselamatan Transportasi Laut di Indonesia Habibi, -
Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan Vol 8, No 2 (2018): Maret
Publisher : Program Diploma Pelayaran Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.346 KB)

Abstract

Transportasi laut menjadi urat nadi bagi sebuah negara kepulauan. Indonesia yang memiliki jumlah pulau tersebar luas membutuhkan sarana transportasi laut memadai. Ironisnya, sebagai negara maritim sistem transportasi laut Indonesia amburadul. Ini terbukti dengan banyaknya jumlah kasus kecelakaan di laut. Kecelakaan kapal laut menyebabkan ratusan nyawa rakyat Indonesia melayang. Penyebab kecelakaan beragam, mulai dari kebakaran, kelebihan muatan sampai dengan usia kapal yang dimanipulasi. Kondisi ini diperparah oleh lemahnya tingkat pengawasan dari para pemangku kebijakan. Kesalahan pemerintah dalam kebijakan pembangunan nasionalnya saat ini adalah lebih mengedepankan land base oriented. Sehingga strategi yang terkait dengan urusan laut tidak mendapatkan prioritas. Akibat dari strategi yang keliru, maka kebijakan dan implementasi di bidang transportasi laut amburadul. Konsekuensinya, transportasi laut yang seharusnya jadi andalan masyarakat justru menjadi angkutan yang menakutkan. Tingkat kecelakaan kapal merupakan konsekuensi dari lost control. Tanpa adanya peringatan mengakibatkan pelaku/operator pelayaran menentukan sikap hati-hati terhadap kecelakaan di laut. Kecelakaan kapal di laut bukan hanya memberi akibat pada korban jiwa tapi juga adanya biaya yang harus ditanggung untuk menutupi trend kecelakaan kapal tersebut.