Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Teknis dalam Pelestarian Kawasan Cagar Budaya dan Bangunan Gedung Heritage Aristia, Aristia; Selly, Selly; Medina, Medina; Wahyuni, Tri; Dwithama, Ksatria
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2200

Abstract

Dalam proses kegiatan penyelenggaraan pelestarian Kawasan Cagar Budaya dan Bangunan Gedung Cagar Budaya (dalam hal ini termasuk situs, kawasan, bangunan dan struktur Cagar Budaya), dimana dalam alur pelaksanaan proyek pekerjaan, kegiatan perencanaan teknis merupakan tahapan penting yang menjadi dasar dan tolak ukur dalam proses penyelenggaraan selanjutnya, yaitu tahap pelaksanaan konstruksi dan pemanfaatan berkelanjutan. Penyusunan dokumen rencana teknis pada penyelenggaraan pelestarian, tentu berbeda dengan rencana teknis pada proyek penyelenggaraan konstruksi biasa.  Masalah yang sering terjadi terkait perencanaan teknis dalam proses penyelenggaraan yang tidak sesuai dengan kaidah pelestarian, diantaranya: banyak melakukan perubahan atau penambahan elemen baru, tidak berupaya mempertahankan keaslian, tidak dilakukan dengan hati-hati dan bertanggungjawab, tidak didasari kajian identifikasi dan studi kelayakan serta pendokumentasian, tidak dilengkapi dengan syarat-syarat pekerjaan konstruksi sesuai kaidah pelestarian, tidak disertai kajian/rencana teknis pemanfaatan, serta tidak dilaksanakan oleh tenaga ahli pelestarian yang memperhatikan etika pelestarian.  Tim penyelenggara pelestarian, terutama dalam hal ini tim konsultan perencana, sering tidak memahami proses penyelenggaraan pelestarian yang benar.  Hal ini terjadi karena kurang didukung oleh tenaga ahli pelestarian yang terampil, sering menghadapi kondisi yang tidak ideal diantaranya: keterbatasan waktu, sumber daya termasuk biaya. Perencanaan teknis pada proses penyelenggaraan pelestarian Kawasan Cagar Budaya dan Bangunan Gedung Cagar Budaya, dengan contoh penanganan diantaranya: kegiatan pemeliharaan, pemugaran, revitalisasi, rehabilitasi dan kegiatan pelestarian lainnya), adalah perencanaan teknis yang dokumennya perlu dipersiapkan dengan baik, karena sekaligus sebagai bagian dalam proses persetujuan (perizinan). Oleh karena itu, arsitek yang memiliki peran sebagai perencana dalam penyusunan dokumen ini, perlu dilengkapi dengan pemahaman pelestarian dan alur proses penyelenggaraan pelestarian yang baik, sehingga tidak ada pelanggaran/kesalahan dalam penanganan pekerjaan pelestarian.
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Suara Demokrasi (Studi Kasus SMAN 7 Padang) Medina, Medina; Fernandes, Reno
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 2 No. 4 (2023): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2023)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v2i4.168

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakberhasilan SMAN 7 Padang dalam melaksanakan P5 tema suara demokrasi. Setelah dilaksanakan P5 tema suara demokrasi, sekolah belum mampu mewujudkan tujuan P5 tema suara demokrasi, siswa masih belum menunjukkan profil pelajar Pancasila dan belum menunjukkan sikap demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) tema suara demokrasi yang dilaksanakan di SMAN 7 Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 7 orang. Informan terdiri dari wakil kurikulum, koordinator P5, fasilitator P5, dan beberapa siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi serta analisis data dengan model interaktif oleh Miles dan Huberman dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teori stuktural fungsional dari Talcott Parsons melalui skema AGIL (Adaptation, Goal, Integrated, dan Latency). Hasil dari penelitian ini adalah penerapan kurikulum merdeka di SMAN 7 Padang, serta implementasi P5 tema suara demokrasi di SMAN 7 Padang yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan P5 tema suara demokrasi: pelaksanaan P5 yang menggunakan sistem blok membuat siswa bosan berlama-lama di kelas, ketidakjelasan alokasi waktu dalam P5 tema suara demokrasi, media yang digunakan yaitu modul proyek masih kurang tepat, pemilihan fasilitator tidak ada hubungannya dengan P5 tema suara demokrasi.