Anemia adalah jenis kelainan darah. Anemia terjadi ketika tingkat sel darah merah yang sehat dalam tubuh terlalu rendah. Kondisi ini dapat mengganggu kesehatan karena sel darah merah mengandung hemoglobin (Hb), yakni protein yang membawa oksigen ke jaringan tubuh. Anemia lebih sering terjadi pada wanita usia muda dibandingkan pria. Hal ini disebabkan karena remaja putri saat menstruasi kehilangan zat besi. Remaja merupakan individu yang berkembang dari saat menunjukkan tanda seksual sekundernya sampai saat mencapai kematangan seksual. Usia remaja dibagi tiga periode yaitu remaja awal 10-13 tahun, remaja pertengahan usia 14-16 tahun, remaja akhir usia 17-20 tahun. Tablet tambah darah merupakan suplemen yang mengandung zat besi. Suplementasi tablet tambah darah pada remaja putri merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi zat besi untuk mencegah anemia. Tablet zat besi terdiri dari 3 komponen yakni sulfat ferosus/fero sulfat yang memiliki kandungan 30%, fero fumarate, memiliki kandungan 33% zat besi, fero glukomas memiliki kandungan zat besi 11.5%. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tablet Fe terhadap kejadian anemia pada remaja putri di SMK Negeri 6 Manado. Metode Penelitian: Menggunakan Quasy-eksperiment dengan rancangan One Group Pre-Test Post-Test Design dengan jumlah sampel sebanyak 9 responden. Metode analisis yang digunakan Paired Sample T-Test. Hasil: Sebelum diberikan tablet Fe, seluruh responden mengalami anemia dengan rata-rata (10,6) dan mengalami peningkatan setelah meminum tablet Fe (12,0). Hasil uji Paired Sample T-Test didapatkan p-value = 0,00. Simpulan: Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ada pengaruh dari pemberian tablet Fe terhadap kejadian anemia pada remaja putri di SMK Negeri 6 Manado.