Pendidikan Islam di pesantren putri memerlukan tata kelola yang selaras dengan prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen bisnis syariah (MBS) dalam pengelolaan guru dan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Divisi Pengajaran PP. Imam Syafi'i Putri Brebes. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus digunakan, melibatkan 6 informan (kepala divisi, 3 guru, 2 santri) yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, & Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS dalam pengelolaan guru mencapai tingkat kesesuaian 85%, tercermin dari rekrutmen berbasis akhlak-tauhid, insentif dari dana infaq halal, serta evaluasi portofolio yang transparan. Implementasi MBS dalam KBM mencapai tingkat kesesuaian 83%, tercermin dari kurikulum berbasis maslahah, metode murojaah Al-Qur'an, evaluasi bebas gharar, serta infrastruktur yang didukung wakaf. Tantangan utama meliputi keterlambatan guru (23% per minggu), kerusakan fasilitas (bel sekolah rusak >3 bulan), dan keterbatasan kandidat hafidz 30 juz. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian implementasi MBS mencapai 80%. Kesimpulannya, MBS cukup efektif meningkatkan tata kelola pendidikan pesantren, namun diperlukan digitalisasi presensi, optimalisasi wakaf produktif, dan rubrik penilaian adab yang terstandar.