Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Berbasis Buku Saku Meningkatkan Pengetahuan Diet Nutrisi Diabetes Mellitus Mardiana, Sri Siska; Iza, Ifa Nailatul; Kumalasari, Novy; Aisya, Rizqi Widyan
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i1.480

Abstract

Ketidakpatuhan merupakan salah satu hambatan untuk tercapainya tujuan pengobatan dan penyebab pemeriksaan atau pengobatan yang sebenarnya tidak diperlukan. Kepatuhan diet Diabetes Mellitus (DM) harus diperhatikan oleh pasien untuk menstabilkan kadar gula dalam darah menjadi normal dan mencegah komplikasi. Upaya untuk meningkatkan kepatuhan dan kesadaran pasien terhadap terapi adalah dengan pemberian edukasi yang lengkap, akurat serta secara terstruktur tentang terapi tersebut. Edukasi gizi merupakan bagian integral dalam penatalaksanaan Gizi pasien DM terutama di lingkungan terdekat seperti lansia dan ortom Aisyiyah. Organisasi Aisyiyah memiliki potensi untuk berperan aktif dalam meningkatkan Kesehatan, namun permasalahan utama yang dialami adalah masih minimnya pengetahuan tentang Kepatuhan Diet DM. Tujuan kegiatan ini yaitu mengedukasi kepatuhan diet dengan buku saku yang berisi tentang pemahaman DM. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan edukasi, pemberian intervensi diet DM, dan pengelolaan gizi menggunakan buku saku dan video visual serta tahap pendampingan kader dalam pelaksanaan diet DM dengan media buku saku. Kegiatan ini telah terlaksana pada bulan Oktober 2024 bekerjasama dengan Ranting Aisyiyah Pasuruhan Kidul Kabupaten Kudus berjalan dengan lancar dengan total 50 peserta. Variabel yang dinilai yaitu karakteristik lansia dan pasien DM. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Dari hasil identifikasi pemeriksaan GDS dan pemberian edukasi Diet Patuh diabetes Melitus awal didapatkan mayoritas peserta memiliki pengetahuan cukup tentang diet menggunakan buku saku sebanyak 33 anggota (66%). Evaluasi hasil pemberian edukasi diet pasien DM dengan buku saku akan diprogramkan rutin dan meluas ke ranting lainnya untuk lebih meningkatkan wawasan klien DM dengan tepat diet DM.
HUBUNGAN BEBAN KERJA PERAWAT DENGAN KUALITAS PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH DEMAK Kartikasari, Fitriana; Wakhidin, Muhammad Imam; Purnomo, Muhammad; Kumalasari, Novy
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2740

Abstract

Dokumentasi dalam pelayanan keperawatan merupakan elemen krusial untuk memastikan standar perawatan yang tinggi. Beban kerja berlebihan pada perawat dapat berdampak negatif pada kualitas dokumentasi, sehingga dapat mengurangi efektivitas layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara beban kerja perawat dengan kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit RS PKU Muhammadiyah Demak. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study, melibatkan 14 perawat sebagai responden yang dipilih melalui teknik total sampling. Analisa data dilakukan dengan menggunakan rank Spearman untuk melihat korelasi antara variabel independen dan dependen. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki beban kerja berat (64,3%) dan kualitas pendokumentasian yang rendah (57,1%). Uji statistik memperoleh nilai p=0,000, yang lebih kecil dari 0,005, sehingga menunjukkkan adanya hubungan signifikan antara beban kerja perawat dan  kualitas pendokumentasian asuhan keperawatan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja perawat cenderung mengakibatkan penurunan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan. Oleh karena itu, diperlakukan strategi manajemen beban kerja yang efektif untuk meningkatkan kualitas dokumentasi, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan mutu layanan keperawatan di rumah sakit.
DETERMINAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RAWAT JALAN DI FASILITAS LAYANAN KESEHATAN PRIMER Setyasih, Pingki Agit; Purnomo, Muhammad; Jauhar, Muhamad; Suwandi, Edi Wibowo; Kumalasari, Novy; Iza, Ifa Nailatul
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3019

Abstract

Waktu tunggu merupakan durasi yang diperlukan pasien sejak pendaftaran hingga pemeriksaan oleh dokter. Standar ideal menurut Kementerian Kesehatan adalah ≤60 menit. Waktu tunggu yang lama dapat memperburuk kondisi pasien dan menurunkan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kompetensi teknis petugas, ketepatan waktu pelayanan, ketersediaan sumber daya manusia (SDM), pelayanan administrasi, ketersediaan sarana dan prasarana, serta pelayanan pendaftaran dengan waktu tunggu pasien rawat jalan. Penelitian dilaksanakan di UPT Puskesmas Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada November 2023 hingga Mei 2024, menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif deskriptif dan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak 96 responden dipilih dengan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria pasien yang pernah berkunjung ke Puskesmas untuk pelayanan rawat jalan serta mampu membaca dan menulis. Instrumen penelitian berupa kuesioner pelayanan rawat jalan dan lembar observasi waktu tunggu pasien. Pengumpulan data dilakukan secara langsung setelah mendapatkan informed consent, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi teknis petugas (p=0,003) dan ketepatan waktu pelayanan (p=0,004) memiliki hubungan signifikan terhadap waktu tunggu pasien. Sementara itu, ketersediaan SDM (p=0,070), pelayanan administrasi (p=0,130), ketersediaan sarana dan prasarana (p=0,484), dan pelayanan pendaftaran (p=0,014) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulannya, peningkatan kompetensi petugas dan ketepatan waktu pelayanan perlu menjadi prioritas. Disarankan agar Puskesmas Kaliwungu meningkatkan koordinasi antar petugas guna mempercepat proses pelayanan dan meminimalkan waktu tunggu pasien.