Kusuma S. Lestari
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Sanitasi Kapal di Pelabuhan Indonesia: Literature Review: Overview of Ship Sanitation in Indonesian Ports: Literature Review Ramadhani, Adeline Alya; Kusuma S. Lestari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.4953

Abstract

Latar belakang: Sanitasi kapal merupakan salah satu upaya untuk mengurangi faktor risiko lingkungan dalam pemutusan rantai penularan penyakit guna memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. Sanitasi kapal yang tidak memenuhi standar akan berdampak pada permasalahan kesehatan baik kepada penumpang maupun ABK. Upaya sanitasi kapal berlaku untuk semua jenis kapal baik kapal pengangkut barang maupun penumpang untuk didapatkannya sertifikat sanitasi guna memeperoleh Surat Izin Kesehatan Berlayar (SIKB) Tujuan: Untuk memberikan informasi terkait gambaran sanitasi kapal yang bersandar di pelabuhan di Indonesia sesuai dengan health regulation yang berlaku dalam rangka upaya meningkatkan derajat kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode prisma untuk pencarian kajian yang berhubungan dengan topik pembahasan. Kriteria kajian yang di-review adalah jurnal yang dipublikasi dalam rentang waktu 5 tahun terakhir (2018-2023). Hasil: Pada kapal, penilaian sanitasi dilakukan di beberapa ruangan seperti dapur, gudang, ruang tidur, air minum, limbah cair, air ballast, hingga keberadaan vektor. Berdasarkan 13 artikel yang ditelaah, diketahui bahwa belum seluruh kapal yang berlabuh di pelabuhan Indonesia telah memenuhi syarat sanitasi. Sebagian besar telah memenuhi syarat sanitasi sesuai dengan Permenkes Nomor 40 Tahun 2015. Beberapa di antaranya belum memenuhi karena kurang terpenuhinya syarat sanitasi di beberapa ruangan dalam kapal. Khususnya pada variabel pengelolaan limbah dan sampah. Sehingga, perlu dilakukan perbaikan sanitasi dan sosialisasi kepada ABK untuk menambah pengetahuan terkait hygiene dan sanitasi kapal yang berhubungan dengan dampak kesehatan yang diakibatkan. Kesimpulan: Perlu dilakukan evaluasi penerapan sanitasi yang baik untuk alat transportasi kapal laut. Petugas pelabuhan diharapkan mampu melakukan perbaikan sanitasi dan lebih ketat dalam mengatur ketertiban penumpang dalam kapal untuk kepentingan dan kenyamanan bersama. Kondisi sanitasi kapal yang baik akan mendapat Sertifikat Bebas Tindakan Penyehatan Kapal (Ship Sanitation Control Exemption Certificate/SSCEC), dan jika kondisi sanitasi kurang maka akan mendapatkan Sertifikat Penyehatan Kapal (Ship Sanitation Control Certificate/SSCC).
Overview of Personal Hygiene and Environmental Sanitation in Shared Living with Scabies: Literature Review Zuhrohtan Anglian Nisaa'; Kusuma S. Lestari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5374

Abstract

Introduction: Scabies is a disease caused by Sracoptes scabiei which is in the form of itching all over the body. This disease tends to occur in places with a fairly low Human Development Index and is one of the diseases that is still ignored in developing countries such as Indonesia. Scabies disease in Indonesia has a fairly high prevalence. This disease is closely related to personal hygiene and environmental sanitation in a person's residence. This disease is easier to spread when an individual's space is small and lives in the same place Objective: This study aims to provide information related to sanitary and personal hygine features with scabies disease in shared residences to minimize the prevalence of scabies disease Method: This study uses the method of reviewing literature on journal articles published within the last five years related to the topic of discussion. Data retrieval techniques using Google Scholar, Pubmed, and Scopus. Then, in the corresponding article eliminated is carried out. Result: Four different articles on shared residences namely orphanages, detention centers, foundations, and Islamic boarding schools have a poor sanitation and personal hygiene at high risk of scabies. These four residences have the same characteristics, namely co-living with limited personal space. The manager and those who live in a shared residence must have awareness in maintaining environmental sanitation and know the importance of personal hygiene. Conclusion: This study recommends to stakeholders, health care providers, and other parties to follow up on scabies prevention efforts. Moreover, for places that providing shared living needs to watch over the sanitation and personal hygiene from its environment and people who lived in the neighborhood.
Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kasus Diare Balita di Desa Tidak ODF Wilayah Kerja Puskesmas Cukir: The Relationship Between Environment Sanitation with Toddler’s Diarrhea Cases in non ODF Villages Working Area of Puskesmas Cukir Cherillia Tria Mega Candra Kartika; Kusuma S. Lestari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3571

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) bahkan mengakibatkan kematian. Diare menjadi penyebab kematian balita dengan proporsi sebesar 10,3%. Banyak faktor risiko penyebab terjadinya diare. Sanitasi lingkungan buruk memicu keberadaan habitat patogen dan menyebabkan seseorang mudah terserang penyakit khususnya diare. Diare sering dikaitkan dengan sanitasi lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kasus diare balita di desa tidak ODF wilayah kerja Puskesmas Cukir. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah balita dengan usia 12-48 bulan yang berjumlah 1.011 balita. Sampel penelitian ini adalah 88 balita dan ditentukan dengan metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah dirancang oleh peneliti dengan mewawancarai dan observasi ke rumah responden. Hasil: Hasil penelitian berdasarkan analisis uji chi-square didapatkan terdapat hubungan signifikan pada sub variabel kondisi sarana jamban (p-value=0,039) dan pengelolaan sampah (p-value=0,023). Sedangkan yang tidak memiliki hubungan signifikan adalah kondisi Saluran Pembuangan Air Limbah (p=0,075), penyediaan air bersih (p=1,00), dan penyediaan air minum (p=constant). Pada analisis multivariat didapatkan faktor paling dominan yaitu pada sub variabel pengelolaan sampah. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kondisi jamban dan pengelolaan sampah dengan kasus diare balita di desa tidak ODF wilayah kerja Puskesmas Cukir.