Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan industri berkembang, konsumsi individu kian meningkat dan mengakibatkan kerusakan lingkungan berkelanjutan (Sun & Wang, 2020). Banyak konsumen dan produsen sudah menyadari kerusakan lingkungan akibat produk yang tidak ramah lingkungan. Asumsi dan kesadaran konsumen langkah awal adanya keputusan pembelian (Ketelsen et al., 2020). Sehingga konsumen akan mempertimbangkan pembelian produk yang ramah lingkungan dan produsen melihat peluang dari hal ini. Produsen akan memproduksi produk ramah lingkungan untuk menjadi pilihan konsumen. Tujuan dari penelitian ini, antara lain untuk mengetahui pengaruh pengetahuan produk, norma subjektif, dan sikap terhadap niat pembelian produk ramah lingkungan IKEA. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengumpulkan data kuesioner online. Sebanyak 177 sampel dianalisis menggunakan Smart PLS. Salah satu tujuan penggunaan Smart-PLS adalah untuk memprediksi hubungan antar konstruk, mengkonfirmasi teori, dan menjelaskan ada tidaknya hubungan antara variabel laten ketika variabel laten adalah variabel yang tidak dapat diukur secara langsung (Astuti & Bakri, 2021). Partisipan dalam penelitian ini dipilih menggunakan pendekatan purposive samping berdasarkan kriteria tertentu, seperti pengetahuan mengenai produk ramah lingkungan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan produk, norma subjektif, dan sikap berpengaruh positif terhadap niat pembelian produk ramah lingkungan IKEA. Dengan hasil penelitian tersebut, pemasar penting membuat kebijakan untuk promosi produk ramah lingkungan IKEA terhadap masyarakat, dengan dukungan norma subjektif dan sikap konsumen untuk niat pembelian.