Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Reaktualisasi Model Masjid Era Rasulullah SAW dalam Konteks Pemberdayaan Masyarakat Modern Apriantoro, Muhamad Subhi; Rofiqi, Hikari Aufa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.5988

Abstract

Kegiatan ini bertujuan melakukan edukasi yang berkaitan dengan pengelolaan masjid, yang mana mengarah pada edukasi mengenai fungsi masjid secara holistik sekaligus mengarah pada pemberdayaan sosial, bermula dari keresahan kami melihat masjid yang tidak memilik program dan hanya di gunakan untuk menjalankan sholat fardhu saja, bahkan hanya beroperasi ketika sholat jumat saja, melihat masjid yang tidak memiliki aktivitas sosial, pengajaran, tidak ramah anak, tidak ramah bagi musafir, menjadi keresahan kami selaku tim pengabdian. Metode yang kami gunakan untuk pengabdian kali ini adalah dengan mengadakan edukasi berupa kajian yang diisi oleh tim pengabdian masyarakat, hal ini kami lakukan karena pada Masjid Jabir Al – Faifi sudah memiliki jamaah taklim dan pengurus masjid yang sudah terorganisir, sehingga memudahkan kami untuk melakukan suatu kajian keilmuan. Kuantitas jamaah yang mendukung pada pengabdian kali ini menjadikan capaian secara kuantitas pada pengabdian kami tercapai, dan pemaparan mengenai fungsi masjid dan reaktualisasi model masjid di era Rasulullah SAW yang di dukung dengan antusias jamaah dan segenap pengurus masjid menjadikan ketercapaian secara kualitas tercapai. Capaian materi yang disampaikan adalah bagaimana para jamaah masjid Jabir Al – Faifi memiliki kesadaran untuk memakmurkan masjid, dan para pengurus masjid baik takmir maupun remaja masjid memiliki inovasi terkait pengembangan program dan inovasi kemajuan di ranah sosial dan pengajaran, dan memikirkan bagaimana susunan program dengan adanya manajemen masjid berkelanjutan supaya di masa mendatang masjid tetap memiliki penerus untuk mengelola dan memakmurkan.