Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Lilin Aromaterapi untuk Mengurangi Polusi Lingkungan di Daerah Tuban Anindita, Yosita Dyah; Marbun, Maja Pranata; Prabawati, Ervie Sukma; Nungraeni, Ratih Estu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak jelantah (used cooking oil, UCO) merupakan limbah rumah tangga yang banyak ditemukan akibat proses penggorengan berulang yang mengakibatkan perubahan komposisi kimia minyak menjadi berbahaya. Senyawa berbahaya seperti asam lemak bebas, senyawa polisiklik aromatik hidrokarbon (PAHs), aldehida, keton, dan produk oksidasi minyak lainnya dapat terbentuk, yang bersifat toksik dan berpotensi karsinogenik. Kontaminasi minyak jelantah yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari lingkungan melalui pencemaran tanah, air, serta polusi udara akibat pembakaran tidak sempurna. Pengelolaan limbah ini menjadi sangat penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan ekosistem. Berbagai metode pemanfaatan ulang minyak jelantah, seperti pembuatan biodiesel, sabun, dan lilin aromaterapi, telah dikembangkan sebagai solusi untuk mengurangi limbah serta memberikan nilai tambah ekonomi. Studi ini meninjau komposisi kimia dan risiko toksik minyak jelantah, serta mengulas teknologi pengolahan yang dapat mengubah limbah berbahaya ini menjadi produk ramah lingkungan dan bernilai guna. Upaya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi juga menjadi fokus utama untuk mendukung pengelolaan limbah berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Penerapan Filtrasi Berlapis Zeolit, Karbon Aktif dan Greensand untuk Air Bersih di Desa Sumberejo, Tuban Anindita, Yosita Dyah; Marbun, Maja Pranata; Prabawati, Ervie Sukma; Nungraeni, Ratih Estu; Fidyaningrum, Heni; Hakim, Luqman Randyan; Saputra, Nova Dwi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8380

Abstract

Ketersediaan air bersih yang belum memenuhi standar kesehatan masih menjadi permasalahan di berbagai wilayah pedesaan, termasuk Desa Sumberejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Masyarakat setempat masih banyak memanfaatkan air tanah dari sumur gali dan sumur bor dangkal yang kualitas airnya tidak sesuai standar air bersih, ditandai dengan warna kekuningan, bau, dan endapan akibat kandungan polutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air bersih melalui penerapan teknologi filtrasi berlapis yang terdiri dari pasir silika, karbon aktif, zeolite dan manganeese greensand yang mudah diaplikasikan oleh masyarakat, sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kemandirian masyarakat dalam pengelolaan air bersih. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel air tanah, perancangan dan pembuatan unit filtrasi berlapis berbahan ember cat bekas dengan media filtrasi berlapis, serta kegiatan penyuluhan dan demonstrasi kepada masyarakat di Balai Desa Sumberejo yang diikuti oleh 25 warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa unit filtrasi yang diterapkan mampu memperbaiki kualitas air secara fisik, ditandai dengan peningkatan kejernihan, berkurangnya aroma, dan penurunan endapan secara visual. Selain itu, kegiatan penyuluhan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya air bersih, prinsip kerja filtrasi, serta cara perakitan dan perawatan alat. Penerapan teknologi filtrasi sederhana berbasis teknologi tepat guna ini berpotensi menjadi solusi alternatif yang efektif dan berkelanjutan dalam penyediaan air bersih di wilayah pedesaan dengan permasalahan serupa.
Efek Penambahan Surfaktan Linear Alkybenzene Sulphonate (LAS) Terhadap % Recovery Bitumen Pada Proses Pemisahan Bitumen Dari Asbuton Menggunakan Air Panas: Efek Penambahan Surfaktan Linear Alkybenzene Sulphonate (LAS) Terhadap % Recovery Bitumen Pada Proses Pemisahan Bitumen Dari Asbuton Menggunakan Air Panas Anindita, Yosita Dyah; Marbun, Maja Pranata; Prabawati, Ervie Sukma; Nungraheni, Ratih Estu; Susianto
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Buton di Sulawesi Tenggara merupakan tempat asal Asbuton, aspal alami yang tertanam dalam batuan. Bitumen dan agregat merupakan komponen dari aspal alami. Bitumen perlu dipisahkan dari aspal agar dapat digunakan secara efisien dalam industri aspal. Penelitian sebelumnya telah dilakukan mengenai penggunaan media air panas untuk memisahkan bitumen dari aspal; namun, bitumen yang digunakan tidak ideal karena viskositasnya tidak dapat diturunkan, sehingga pemisahan menjadi sulit. Modifikasi dilakukan dalam studi selanjutnya dengan menambahkan bahan bakar diesel, surfaktan anionik, dan NaOH; namun, persentase pemulihan yang dicapai tidak ideal. Surfaktan anionik kelas Linear Alkylbenzene Sulphonate (LAS) menjadi faktor yang diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana persentase pemulihan bitumen (%) dipengaruhi oleh penambahan surfaktan LAS. Penelitian ini dilakukan dalam tangki beraduk yang dilengkapi dengan empat baffle dan pengaduk disk turbin. Tangki tersebut memiliki diameter silinder 10,8 cm dan tinggi 20 cm. Fase awal penelitian melibatkan pencampuran 300 gram asbuton dengan 60% solar dalam tangki pengaduk yang diaduk pada kecepatan 250 rpm dan dijaga pada suhu 90 derajat Celsius selama 30 menit. Selanjutnya, larutan surfaktan LAS-NaOH dengan konsentrasi 25% ditambahkan ke dalam tangki yang mengandung campuran asbuton-solar (perbandingan larutan surfaktan terhadap campuran asbuton-solar). Konsentrasi natrium hidroksida 1 (% massa) dan larutan surfaktan yang digunakan adalah 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% (% massa). Setelah menambahkan larutan NaOH dan LAS dan mengaduk selama 30 menit pada kecepatan 1500 rpm, proses pencernaan dimulai. Selanjutnya, campuran dipindahkan ke gelas beaker dan ditambahkan air garam dengan konsentrasi 3,5% untuk memulai proses pemisahan. Setelah itu, cairan dalam gelas beaker dibiarkan selama satu hari. Tiga lapisan akan terbentuk dalam campuran setelah satu hari. Kepadatan lapisan atas, yang merupakan larutan bitumen solar, diukur untuk menghitung persentase pemulihan (%). Berdasarkan eksperimen, persentase pemulihan tertinggi terjadi pada penambahan 60% diesel, konsentrasi surfaktan LAS 1,5%, konsentrasi NaOH 1%, dan perbandingan penambahan larutan surfaktan LAS-NaOH 25%, atau 97,74% dari total larutan. Kata Kunci: Asbuton, Air Panas, Digesting, Solar, Surfaktan LAS.