Abdullah, Fadilah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI KOMUNIKASI DAN BIROKRASI TERHADAP KEPATUHAN PROTOKOLER KESEHATAN PADA MASA COVID 19 (STUDI KASUS KOTA TERNATE) Muliana, Muliana; Pataha, Muhammad Faisal; Abdullah, Fadilah
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2024): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v18i1.1573

Abstract

Virus corona atau COVID-19 ini pertama kali muncul di Kota Wuhan Republik Rakyat China pada akhir tahun 2019. Simpang siur mengenai penyebaran virus inipun bertebaran mulai dari dikarenakan hewan, makanan, atau sebab lain. Komisi kesehatan nasional kemudian mengkonfirmasi bahwa virus ini dapat menyebar dari manusia ke manusia atau dapat menempel dari benda-bendar yang bersentuhan dengan manusia yang terinfeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implemntasi komunikasi dan birokrasi terhadap kepatuhan protokoler kesehatan pada masa pandemi COVID 19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode campuran atau mixed method dengan desain concurrent triangulation. Jumlah sampel dan informan masing-masing terdiri dari 100 orang untuk data kuantitatif dan 7 orang untuk data kualitatif. Teknik pengumpulan data kuantitatif dalam penelitian ini berupa lembar kuesioner dan untuk data kualitatif dengan mengumpulkan informasi melalui wawancara, baik yang terstruktur maupun tidak, dokumentasi dan materi-materi visual. Hasil penelitian menujukkan adanya hubungan antara komunikasi dengan kepatuhan masyarakat dengan p value 0.003 dan nilai OR 4.080 dan adanya hubungan birokrasi dengan kepatuhan masyarakat dengan p value 0.042 dan OR 8,564. Meskipun Kota Ternate telah berada di zona medekati hijau dan tidak adanya lonjakan kasus hingga diambilnya data ini, namun komunikasi dan koordinasi harus tetap berjalan seefektif mungkin untuk mencapai target vaksinasi dan mencegah kembali adanya lonjakan kasus, Selain itu dalam hal birokrasi, pelaksanaan sesuai Standar Operasional Prosedure dan sistem pelaporan agar lebih terstruktur maka sebaiknya menyediakan prosedur penyampaian informasi yang baku dan prosedur komunikasi antar instansi terkait.
The impact of mouth breathing on craniofacial development: Dampak mouth breathing terhadap perkembangan kraniofasial Abdullah, Fadilah; Hidayati, Nasyrah
Makassar Dental Journal Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Issue 1 April 2026
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35856/mdj.v15i1.913

Abstract

Mouth breathing is a harmful habit that deviates from the normal practice of breathing through the nose, and its aetiology is multifactorial. Various causes of mouth breathing include genetic factors, bad habits, and nasal obstruction due to tonsillar hypertrophy, nasal polyps, a deviated nasal septum, or sinusitis. The impact of mouth breathing on oral and craniofacial development remains a subject of debate, although children who habitually breathe through their mouths often exhibit certain characteristics, known as the ‘adenoid face’, including an incompetent upper lip, retroposition of the hyoid bone, a ‘V’-shaped up-per jaw arch, and Class II malocclusion. Changes in facial growth in individuals who breathe through their mouths have been studied by various healthcare professionals, including doctors and orthodontists, although much remains to be learnt about the relationship between mouth breathing and oral and cranio-facial development. This article discusses the impact of mouth breathing on craniofacial development. It is concluded that mouth breathing can influence cra-niofacial development through changes in the upper and lower jaw arches, profile, and muscles.