Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inventory and Mapping of Disability-Owned Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) as a Strategy to Strengthen Inclusive Economic Development in Bekasi City : A Descriptive Qualitative Study Milda Handayani; Ricca Handayani; Muhammad Richo Rianto
IJESM Indonesian Journal of Economics and Strategic Management Vol. 3 No. 2 (2025): July (2025)
Publisher : Draf Solusi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69718/ijesm.v3i2.511

Abstract

This study explores the inventory and mapping of disability-owned Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Bekasi City as a strategy to strengthen inclusive local economies. Using a descriptive qualitative approach, the research identified 110 MSMEs, with the majority engaged in traditional (25.5%) and modern food sectors (21.8%), reflecting the accessibility and market potential of the culinary industry for persons with disabilities. Other enterprises such as tailoring, massage, and handicrafts highlight their diverse skills and adaptability. Most operate independently with family support, yet face challenges in access to capital, training, and digital marketing. The study emphasizes the need for stronger collaboration among government, social institutions, and the private sector to develop an inclusive entrepreneurial ecosystem that fosters empowerment and economic participation of persons with disabilities.
Literature Review : Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Takbenda yang diakui UNESCO (Studi Kualitatif Deskriptif) Adi Wibowo Noor Fikri; Ricca Handayani; Muhammad Richo Rianto3
IJESM Indonesian Journal of Economics and Strategic Management Vol. 3 No. 4 (2025): December
Publisher : Draf Solusi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69718/ijesm.v3i4.517

Abstract

Pencak silat merupakan salah satu warisan budaya takbenda Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO. Pengakuan ini menempatkan pencak silat tidak hanya sebagai praktik bela diri tradisional, tetapi juga sebagai representasi nilai, pengetahuan, dan identitas budaya bangsa. Namun demikian, keberlanjutan pencak silat sebagai warisan budaya menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait keterbatasan data dan lemahnya sistem inventarisasi kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran inventarisasi sebagai strategi keberlanjutan warisan budaya takbenda melalui tinjauan literatur pada pencak silat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah artikel jurnal nasional dan internasional, dokumen UNESCO, serta publikasi kebijakan terkait warisan budaya takbenda. Hasil kajian menunjukkan bahwa inventarisasi merupakan fondasi utama dalam pengelolaan warisan budaya karena berfungsi sebagai basis data, instrumen pengambilan kebijakan, serta sarana penguatan kelembagaan komunitas budaya. Studi ini menyimpulkan bahwa inventarisasi pencak silat perlu dilakukan secara sistematis dan berbasis wilayah sebagai langkah awal pengembangan database nasional guna mendukung keberlanjutan warisan budaya takbenda Indonesia.