p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JTEKSIL
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Manajemen Waktu Menggunakan Metode CPM (Critical Path Method) Pada Proyek Jalan Ruas Takalala Pacongkang Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan Nashri, Nashri; Syamsuri, Syamsuri
Jurnal Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis manajemen waktu pada Proyek Peningkatan Jalan Ruas Takalala–Pacongkang, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Proyek ini merupakan akses vital antar kecamatan yang mengalami kerusakan signifikan, sehingga memerlukan perencanaan dan pengendalian waktu yang efektif. Metode yang umum digunakan, Kurva-S, memiliki keterbatasan dalam mengidentifikasi jalur kritis. Oleh karena itu, CPM digunakan untuk menentukan urutan kegiatan, mengidentifikasi jalur kritis, dan menghitung durasi optimal penyelesaian proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer (observasi lapangan) dan data sekunder (gambar rencana, Kurva-S, RAB). Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis proyek terdiri dari kegiatan A–C–E–H–G, dengan durasi total 8 minggu, lebih cepat 1 minggu dibanding rencana awal. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan CPM mampu meningkatkan efisiensi waktu dan membantu pengelolaan sumber daya secara optimal, serta dapat dijadikan referensi bagi perencanaan proyek sejenis di masa mendatang
Analisis Penjadwalan Dengan Metode Precedence Diagram Method Pada Proyek Revitalisasi Gedung SDN 21 Salomenraleng Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo Nashri, Nashri; Syamsuri, Syamsuri
Jurnal Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan proyek konstruksi merupakan aspek penting dalam memastikan efisiensi waktu dan biaya pelaksanaan. Penelitian ini menganalisis penjadwalan proyek Revitalisasi Gedung SDN 21 Salomenraleng di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, dengan durasi kontraktual 90 hari kalender. Metode yang digunakan adalah Precedence Diagram Method (PDM) untuk mengidentifikasi jalur kritis, menghitung total float dan free float, serta membandingkan efisiensi penjadwalan dengan metode Kurva S yang sebelumnya digunakan. Data aktivitas proyek, durasi, dan hubungan ketergantungan antar kegiatan dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 14 aktivitas proyek, terdapat 9 aktivitas yang berada pada jalur kritis dengan nilai total float sebesar 0 hari. Perhitungan menggunakan metode PDM menghasilkan waktu penyelesaian proyek selama 81 hari kerja, lebih cepat 9 hari dibandingkan waktu pelaksanaan kontraktual. Penerapan metode PDM memberikan kemudahan dalam pengendalian dan monitoring proyek, meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya, serta menghasilkan penjadwalan yang lebih akurat dan fleksibel melalui penerapan hubungan Finish-to-Start (FS), Start-to-Start (SS), serta lag dan lead time. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode PDM lebih efektif dibandingkan metode Kurva S dalam penjadwalan proyek konstruksi
Analisis Kerusakan Jalan Metode Surface Distress Indeks Ruas Jalan Wakke - Pasir Putih Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan Syamsuri, Syamsuri; Nashri, Nashri
Jurnal Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro
Publisher : Universitas Lamappapoleonro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jalan pada ruas strategis Wakke–Pasir Putih di Kabupaten Wajo berdampak signifikan terhadap konektivitas wilayah, distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta daya saing ekonomi daerah. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan evaluasi kondisi jalan yang akurat sebagai dasar prioritas perbaikan, mengingat minimnya kajian metode Surface Distress Index (SDI) pada jalan kabupaten non-tol di daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerusakan permukaan jalan, mengidentifikasi jenis kerusakan dominan, dan merumuskan rekomendasi penanganan yang tepat. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif-deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui survei visual lapangan per segmen 100 m sesuai prosedur SDI, serta data sekunder dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan 55% segmen termasuk kategori rusak berat, 40% rusak ringan, dan 5% sedang, dengan kerusakan dominan berupa retak, lubang, dan rutting. Rekomendasi teknis meliputi rekonstruksi pada 22 segmen prioritas utama, rehabilitasi pada 16 segmen, dan pemeliharaan terjadwal pada 2 segmen. Temuan ini memperkuat relevansi metode SDI sebagai instrumen penilaian cepat dan ekonomis di daerah dengan keterbatasan teknologi, sekaligus menjadi dasar bagi perencanaan pemeliharaan jalan yang lebih efektif. Penelitian selanjutnya disarankan mengintegrasikan metode SDI dengan teknologi citra udara dan analisis berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi evaluasi