Penjadwalan proyek konstruksi merupakan aspek penting dalam memastikan efisiensi waktu dan biaya pelaksanaan. Penelitian ini menganalisis penjadwalan proyek Revitalisasi Gedung SDN 21 Salomenraleng di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, dengan durasi kontraktual 90 hari kalender. Metode yang digunakan adalah Precedence Diagram Method (PDM) untuk mengidentifikasi jalur kritis, menghitung total float dan free float, serta membandingkan efisiensi penjadwalan dengan metode Kurva S yang sebelumnya digunakan. Data aktivitas proyek, durasi, dan hubungan ketergantungan antar kegiatan dianalisis menggunakan Microsoft Excel. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 14 aktivitas proyek, terdapat 9 aktivitas yang berada pada jalur kritis dengan nilai total float sebesar 0 hari. Perhitungan menggunakan metode PDM menghasilkan waktu penyelesaian proyek selama 81 hari kerja, lebih cepat 9 hari dibandingkan waktu pelaksanaan kontraktual. Penerapan metode PDM memberikan kemudahan dalam pengendalian dan monitoring proyek, meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya, serta menghasilkan penjadwalan yang lebih akurat dan fleksibel melalui penerapan hubungan Finish-to-Start (FS), Start-to-Start (SS), serta lag dan lead time. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode PDM lebih efektif dibandingkan metode Kurva S dalam penjadwalan proyek konstruksi
Copyrights © 2025