Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Intensitas Mahasiswa Mengakses Konten Wawasan Kebangsaan Pasha, Aisyah Nabilla; Jannah, Roikhatul; Yunita, Ayu Herlin Norma
JURNAL PUSPAKA Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan
Publisher : Pusat Studi Pancasila dan Kebijakan Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/jurnalpuspaka.v1i1.304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensitas mahasiswa dalam mengakses konten wawasan kebangsaan melalui media sosial serta faktor-faktor yang memengaruhi intensitas tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif survei dengan melibatkan 120 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi semester 1 hingga 7 yang menempuh mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kajian Pemikiran Kebangsaan Indonesia (KPKI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mengakses konten kebangsaan dengan intensitas sedang, di mana 26,7% mahasiswa mengakses seminggu sekali. Faktor-faktor yang memengaruhi intensitas akses meliputi motivasi individu, kualitas konten, dan kemudahan akses teknologi. Penelitian juga menemukan adanya hubungan positif antara intensitas akses dan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai kebangsaan seperti nasionalisme, toleransi, dan pluralisme. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital dan inovasi konten kebangsaan untuk meningkatkan intensitas akses mahasiswa terhadap konten yang mendukung pengembangan wawasan kebangsaan.
Reconstructing Prosecutorial Epistemology for Substantive Justice in Contract Law: A Comparative Philosophical and International Legal Analysis of Indonesia and Kazakhstan Mardiana, Yuvita Tri; Setyawan, Fendi; Amrullah, Muhammad Arief; Yunita, Ayu Herlin Norma; Turekulova, Dametken Medikhanovna
PATTIMURA Legal Journal Vol 4 No 3 (2025): December 2025 PATTIMURA Legal Journal
Publisher : Postgraduate Program Doctoral in Law, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/pela.v4i3.22780

Abstract

Introduction: Contemporary contract law in Indonesia and Kazakhstan faces persistent tension between private autonomy and substantive justice. Both jurisdictions enshrine the principle of good faith, yet lack clear doctrinal guidance for its application, resulting in inconsistencies in interpretation and enforcement within their respective civil law systems. Purposes of the Research: This study aims to examine how prosecutors within these jurisdictions construct legal knowledge and exercise discretion when intervening in contract-related disputes, and to evaluate whether such prosecutorial practices advance or hinder the realization of substantive justice in contractual enforcement. Methods of the Research: This research employs a normative–juridical method complemented by comparative and philosophical approaches. It analyses statutory provisions, judicial reasoning, and international soft-law instruments—particularly the UNIDROIT Principles of International Commercial Contracts—to explore how discretion and evidentiary reasoning shape enforcement. Results Main Findings of the Research: The findings reveal that Indonesian prosecutors, inheriting a Roman-Dutch legacy, invoke good faith inconsistently due to evidentiary ambiguity and weak pre-contractual standards, while Kazakh prosecutors emphasize formal legality that sidelines moral reasoning. This research contributes to comparative legal philosophy by proposing three reconstructive pillars for prosecutorial reasoning—doctrinal clarity, evidentiary proportionality, and principled discretion—to align substantive justice with fairness-oriented norms.