Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN SANITASI KANDANG TERNAK SAPI PERAH Rika, Rika; Reski Amaliah; Dewi Ramadani; Nursani, Nursani; Indriani, Indriani; Nur Lindah; Juanda, Juanda; Dinah Dwi Amaliah; M. Fachrin Agsa
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i9.7157

Abstract

This service aims to provide counselling to the community or livestock groups in Baba Village, Cendana District, Enrekang Regency to maintain the sanitation of dairy cows in order to always maintain livestock comfort, livestock cleanliness, avoid bacterial contamination, avoid mastitis, and how to process a good waste processing process so that it can benefit the community in Enrekang Regency. This service location is a location where the majority of people own dairy farms. This service activity is expected by the community at this service location to be able to maintain good cage sanitation and can process livestock waste into useful, environmentally friendly products and increase selling points.
Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Pengetahuan Durasi Dekomposisi untuk Mendukung Lingkungan Bekelanjutan Nurmi; Andi Nabila Yakile; Efry Himawan; Muhammad Haikal Maulana; A.Ikbal Chamzah; Tiara Lestari; Nur Lindah; Syarifuddin
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.2051

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah melalui edukasi berbasis pengetahuan durasi dekomposisi berbagai jenis sampah. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif melalui sosialisasi, penyuluhan, dan pendampingan terkait pemilahan serta pengolahan sampah organik dan anorganik. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan edukasi, dan evaluasi pemahaman masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup perbedaan waktu dekomposisi sampah, faktor-faktor yang memengaruhi proses dekomposisi, serta penerapan prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah dan dampak lingkungan dari sampah yang sulit terurai. Masyarakat mulai memahami bahwa sampah organik dapat terurai dalam waktu relatif singkat, yaitu dalam hitungan minggu hingga bulan, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan kaca membutuhkan waktu puluhan hingga ribuan tahun untuk terurai. Selain itu, kegiatan ini mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga, seperti mulai melakukan pemilahan sampah dan pengomposan sederhana. Dengan demikian, edukasi berbasis durasi dekomposisi sampah efektif dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.