Fathiaturrahmah, Fathiaturrahmah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Industri Kreatif Terhadap Pengembangan Kerajinan Batok Kelapa Pada Era Modern Di Desa Blang Baro Nagan Raya Fathiaturrahmah, Fathiaturrahmah; Dewi, Rosmala; Nurbaiti, Nurbaiti; Fitriana, Fitriana; Fadhilah, Fadhilah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 9, No 4 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimpkk.v9i4.32706

Abstract

Kerajinan batok kelapa memiliki potensi untuk dikembangkan secara kompleks menjadi sebuah industri kreatif yang bernilai tinggi. Produk batok kelapa yang awalnya diperjualbelikan kurang menarik minat pembeli karena unsur estetika dan pemasaran yang kurang menarik, karena itu pada era modern ini diperlukan kreativitas dan inovasi. Pengembangan kerajinan batok kelapa dan peran industri kreatif terhadap kerajinan ini perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran industri kreatif terhadap pengembangan kerajinan batok kelapa pada era modern di desa Blang Baro Nagan Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 pihak yaitu pengrajin, pemerintah, dan anggota komunitas UMKM di desa Blang Baro Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran pengrajin dalam mengembangkan kerajinannya yaitu dengan meningkatkan kualitas produk, serta menciptakan inovasi baru terhadap produk yang dihasilkan. Para pengrajin berpartisipasi terhadap program-program yang dibuat oleh pemerintah agar berjalan dengan semestinya. Komunitas yang dibentuk oleh para pengrajin juga memiliki peran dalam meningkatkan produk- produk mereka menjadi industri kreatif dengan tujuan saling bertukar informasi, melakukan kolaborasi, dan membuat program khusus yang bisa mengembangkan usaha pengrajin satu sama lain. Peran industri kreatif terhadap perkembangan kerajinan batok kelap dijalankan oleh pemerintah sebagai katalisator dan fasilitator, dengan membuat program-program pemberdayaan yang diperuntukkan kepada para pengrajin. Peran industri kreatif dalam mengembangkan kerajinan batok kelapa adalah dengan membuat program-program penyuluhan bagi para pengrajin, membuat acara festival dan bazar yang diikuti oleh pengrajin untuk memajang kerajinannya kepada konsumen. Peran pemerintah dalam hal ini sangat bagus, dapat membuat aplikasi khusus SIDUMNARA, Brosur, dan kartu nama untuk para pengrajin.Kata Kunci: Peran industri kreatif, Kerajinan, Batok Kelapa.
Tantangan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Karakter Siswa di Sekolah Menengah Pertama Fathiaturrahmah, Fathiaturrahmah; Marwazi, Marwazi; Jamil, Zawaqi Afdal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan tekhnologi yang semakin canggih dewasa ini, perlu adanya pembinaan karakter.pada siswa. hasil studi awal yang dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 03 Kota Jambi ditemukan beberapa permasalahan yang menunjukkan rendahnya karakter siswa, dari beberapa permasalahan yang ditemukan, perlu adanya pengkajian terhadap peran agama dan bagaimana tantangan guru agama dalam membina karakter siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa faktor-faktor penyebab rendahnya karakter siswa dapat dipengaruhi oleh empat faktor yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, faktor masyarakat dan faktor media. Hambatan dalam membina karakter siswa, yaitu rendahnya kesadaran terhadap pentingnya ajaran agama, hubungan antara guru dan orang tua yang tidak terjalin baik, teman bermain siswa ketika diluar jam sekolah, rendahnya kesadaran dan refleksi diri, pengaruh penggunaan gadget. Strategi pembinaan karakter siswa dapat dilakukan dengan cara, yaitu dengan keteladan guru, dengan kegiatan keagamaan dan dengan menjalin kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.