Gayani Putri, Jelsa Dwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pematuhan Dan Pelanggaran Maksim Kesantunan Berbahasa Dalam Penolakan Pernyataan Cinta Remaja Akhir Universitas Muhammadiyah Sukabumi Gayani Putri, Jelsa Dwi; Ahmad Supendi, Deden; Wahdah Humaira, Hera
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa dalam penolakan pernyataan cinta oleh remaja akhir di lingkungan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman kebahasaan informan secara mendalam. Informan dalam penelitian ini melibatkan laki-laki dan perempuan yang berusia 18, 19, 20, dan 21 tahun yang merupakan mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi berupa transkrip tuturan penolakan cinta yang dikumpulkan secara lisan maupun tulisan. Peneliti berperan sebagai instrumen utama (human instrument). Data dianalisis menggunakan metode padan ekstralingual dengan teknik lanjutan berupa hubung banding menyamakan (HBS), hubung banding membedakan (HBB), dan hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 21 tuturan penolakan pernyataan cinta yang telah dianalisis berdasarkan pematuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa berdasarkan teori Leech. Terdapat 12 tuturan pematuhan dan 9 tuturan pelanggaran. Dari 12 tuturan pematuhan, beberapa di antaranya diklasifikasikan ke dalam masing-masing maksim, 5 pematuhan maksim kebijaksanaan, 2 maksim kedermawanan, 1 maksim penghargaan, 2 maksim kesederhanaan, 1 maksim permufakatan, dan 1 maksim kesimpatian. Sedangkan 9 tuturan pelanggaran, di antaranya 1 pelanggaran maksim kebijaksanaan, 3 maksim kedermawanan, 1 maksim penghargaan, 1 maksim permufakatan, dan 3 maksim kesimpatian. Dari temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa remaja akhir di lingkungan FKIP Universitas Muhammadiyah Sukabumi mayoritas telah menggunakan tuturan santun dalam menyatakan penolakan cinta.