Kamridah
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teknologi Terhadap Perempuan dalam Sektor STEM Analisis Gender Erniati, Erniati; Hidayat, Andi Nurul; Kamridah
Musawa: Journal for Gender Studies Vol. 17 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak, UIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/msw.v17i1.4013

Abstract

Transformasi teknologi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal peran dan partisipasi perempuan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari perubahan teknologi terhadap perempuan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun budaya. Dengan pendekatan kualitatif penelitian ini menggali pengalaman perempuan dalam menghadapi perkembangan teknologi, serta bagaimana teknologi berkontribusi terhadap pemberdayaan atau sebaliknya memperkuat ketimpangan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun teknologi memberikan peluang untuk meningkatkan kemandirian perempuan, akses terbatas, stereotip gender, dan ketimpangan sosial-ekonomi tetap menjadi hambatan yang signifikan dalam "Untuk memaksimalkan potensi perempuan di era digital, penting untuk mengakses dan menganalisis data yang tepat. Analisis ini menggunakan data yang berasal dari sumber resmi World Economic Forum, yang dapat diakses melalui situs web Prosperity Data 360.
ANSWERING THE CLIMATE CRISIS BY REDESIGNING SCIENTIFIC BUILDINGS BASED ON THE UNIFICATION OF EPISTEMOLOGY AND AXIOLOGY (A Study of al-Farabi's Philosophy): MENJAWAB KRISIS IKLIM DENGAN MERANCANG ULANG BANGUNAN ILMIAH BERDASARKAN PENYATUAN EPISTEMOLOGI DAN AXIOLOGI (Studi tentang Filsafat al-Farabi) Istnan Hidayatullah; Kamridah
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 2 No. 2 (2025): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/qbpp8871

Abstract

Abstract This article explores ideas for addressing the climate crisis by redesigning the structure of knowledge based on the integration of epistemology and axiology from the philosophical perspective of Al-Farabi. This article aims to address gaps in studies regarding the reconstruction of scientific knowledge in the context of confronting the climate crisis from an Islamic philosophical perspective. To date, no research has specifically examined how Al-Farabi’s philosophy contributes to the construction of knowledge grounded in the integration of epistemology and axiology. This article is the result of qualitative research on Al-Farabi’s works as well as other works from journal articles, conference proceedings, books, and online literature discussing the issues of knowledge reconstruction and the climate crisis. Al-Farabi’s views were examined using a descriptive-analytical method with a hermeneutic approach. The research findings indicate that Al-Farabi’s philosophy addresses the issue of unifying epistemology and axiology through the concept of the active intellect (al-aql al-fa’al). Furthermore, Al-Farabi recommends that the study of knowledge be comprehensive, ranging from partial knowledge (juziyat) to universal knowledge (kyulliyat). This recommendation is intended to ensure that the knowledge acquired is holistic rather than merely theoretical. Such holistic knowledge will guide attitudes in practice so that the effects of science do not harm the environment but, on the contrary, help to protect and preserve it. Moreover, Al-Farabi also posits that ethics must be integrated into science. This fusion of holistic knowledge and ethics reflects the unification of the epistemology and axiology of knowledge. This study contributes to the fields of Islamic philosophy, interdisciplinary studies, and contemporary scientific and ecological research..
IDEOLOGI DALAM IKLAN PEREMPUAN(Studi Analisis Dengan Pendekatan Filsfat Kritis) Soraya Al amri; Saude; Kamridah
Mahiyah: Journal of Islamic Thought and Philosophy Vol. 2 No. 2 (2025): MAHIYAH: Journal of Islamic Thought and Philosophy
Publisher : Department of Islamic Theology and Philosophy, UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/c3xrhf94

Abstract

Iklan kosmetik telah mempengaruhi banyak perempuan dalam melihat kecantikan. Perempuan “ideal” adalah yang sesuai dengan stereotipe yang dibentuk dari aspek visual dan tekstual iklan, yaitu perempuan berkulit cerah,berambut lurus dan langsing. Periklanan telah mendistorsi realitas secara halus dan memanipulasi konsumen untuk terus membeli produk-produk mereka. Standar kecantikan yang kaku menciptakan persepsi perempuan tentang apa yang dianggap menarik dan hal ini secara besar-besaran meningkatkan profitabilitas industri kosmetik. Mereka didorong untuk memperbaiki bagian tubuh mereka yang dirasa tidak sempurna dengan terus membeli produk kosmetik. Sehingga keberhasilan industri kosmetik terjadi bersamaan dengan meningkatnya penurunan harga diri dan kepercayaan diri perempuan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dan pendekatan filsafat kritis untuk memahami fenomena perilaku konsumtif terhadap produk kecantikan di era saat ini, terutama memandang bagaimana terjadinya jalinan reproduksi dan relasi ideologis dalam memperkuat mitos kecantikan yang ditampilkan lewat iklan. Penelitian ini mengarah pada kesimpulan bahwa keberhasilan reproduksi industri kosmetik tidak bisa dilepaskan dari peran penting beberapa ideologis. Seperti idelogi rasisme atau warnaisme yang menciptakan rasa tidak percaya diri pada perempuan berkulit gelap lewat kurangnya representasi orang-orang berkulit gelap di media iklan. Hal ini masih sering terjadi di negara-negara Asia seperti Indonesia, Korea Selatan, China, India, dan lainnya. Industri kosmetik juga memanfaatkan ide kelas sosial. Bagaimana penampilan seseorang dapat menentukan posisi kelas ekonomi mereka di masyarakat. Karena kecantikan sekarang bisa dibeli dan tidak lagi bergantung pada faktor genetika. Sehingga status ekonomi seseorang bisa dilihat dari seberapa menarik penampilan mereka. Hal ini kemudian melahirkan perilaku konsumtif. Dengan memahami secara kritis mekanisme pemasaran industri kosmetik melalui beragam jenis iklan. Harapannya banyak orang yang bisa memahami bahwa standar kecantikan yang berada di masyarakat hanyalah ilusi buatan sekelompok orang dan sangat tidak Inklusif. Dan menyadari bahwa industri kosmetik telah mengeksploitasi rasa ketidakamanan perempuan dan laki-laki terhadap tubuh mereka sendiri selama bertahun-tahun demi mendapatkan keuntungan. Memahami ini secara kritis dapat membantu konsumen melepaskan diri dari rantai kapitalisme dan menghentikan perilaku konsumtif yang berkontribusi besar terhadap kerusakan alam selama beberapa tahun terakhir.