Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Usaha Ternak Kambing Kacang di Cv. Samawa Global Farm Desa Dete Kecamatan Lape Ramdani, Rifki; Munandar, Imam; Anggriani, Luluh
BIOMARAS : Journal of Life Science and Technology Vol 3 No 1: BIOMARAS : Vol 3, No 1 Februari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha pada CV. SGF dengan metode Analisis SWOT. Metode ini digunakan untuk mengetahui perkembangan pada internal serta eksternal pada usaha. Kemudian metode BEP yang akan menentukan kelayakan pada usaha dan menentukan impas balik dari modal dan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas perkembangan Kambing kacang pada suatu usaha untuk dapat diketahui oleh para pemula usaha beserta pembaca. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Pada Analisis SWOT menunjukkan CV. SGF mempunyai aspek kekuatan yang lebih besar daripada aspek yang lainnya. Kemudian pada perhitungan BEP CV. SGF dapat dikatakan layak dalam usaha yang sudah dijalankan. Pada BEP Harga sendiri CV. SGF harus menjual dengan harga Rp. 2.699.818 untuk mendapatkan titik impas pada biaya. kemudian pada BEP Produksi CV. SGF harus menjual 8.48 Ekor untuk mendapatkan titik impas biaya yang dikeluarkan berdasarkan yang sudah ada. CV. SGF merupakan usaha yang bergerak dibidang jual beli ternak dengan pendapatan sebesar Rp. 8.802.000. pendapatan tersebut merupakan Laba pada perhitungan per Bulan. Berdasarkan hasil tersebut usaha jual beli ternak kambing kacang yang dijalankan CV. SGF dapat dikatakan layak.
Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) Produk Daging Sapi di Rumah Potong Hewan Bangkong Sumbawa Ramadhan, Gilang; Anggriani, Luluh
BIOMARAS : Journal of Life Science and Technology Vol 3 No 2: BIOMARAS : Vol 3, No 2 Agustus 2025
Publisher : Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the supply chain of beef at the Bangkong and finance, as well as distribution efficiency in the beef marketing system. The method used is a survey method with a quantitative descriptive approach. Data collection was carried out through observation, interviews, and the distribution of questionnaires to farmers, traders, retailers, and consumers. The result show that the length of the supply chai affects the increasing sellng price of beef at the consumer level. The product flow goes from farmers to consumers through several intermediaters, while the flow of information and finance has not been efficiently integrated. The result of this stuy indicate that the farmer’share is 80% for farmer’s 80% for live cattle traders, 64% for retailers, and marketing efficiency is 2.8%. Costsin the Distribution costs, marketing margins, and farmer’s share indicate that the supply chain efficiency is still relatively low. Therefore, efforts to streamline distribution channels and improve coordination among stakeholders are necessary to enhance efficiency and stabilize beef prices in the market.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETERNAK KERBAU MELALUI INOVASI PAKAN FERMENTASI Hermanto, Koko; Yuliadi, Yuliadi; Anggriani, Luluh; Munandar, Imam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34701

Abstract

Abstrak: Saat ini jumlah populasi ternak kerbau di Kabupaten Sumbawa terus menurun secara signifikan, sehingga salah satu akibatnya adalah menurunnya pendapatan peternak. Selain itu, kelangkaan kerbau dapat mengancam keberadaan budaya ‘Barapan Kebo’ yang merupakan tradisi unik dan ikonik kabupaten Sumbawa. Salah satu penyebab dari permasalahan tersebut adalah kelangkaan pakan yang tersedia pada saat musim kemarau. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan membuat pakan silase dengan bahan baku utama adalah lamtoro dan gamal kepada kelompok ternak Liang Bukal desa Batu Tering yang terdiri dari 27 anggota. tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap kepedulian peserta terhadap keberlanjutan program pembuatan pakan. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) pada kegiatan penyuluhan dan praktek langsung pembuatan silase. Evaluasi yang digunakan adalah evaluasi pre-test-post-test dengan menggunakan metode uji tanda, evaluasi tingkat efektivitas kegiatan pelatihan, serta dilakukan evaluasi kualitas pakan yang dihasilkan dengan memperhatikan tingkat jamur, PH, bau, bentuk dan warna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap kepedulian peserta terhadap keberlanjutan program mengalami peningkatan yang signifikan setelah mengikuti kegiatan pelatihan. Tingkat efektivitas pelatihan sebesar 79%, dengan demikian kegiatan pelatihan tersebut terbukti efektif. Sehingga program pelatihan ini sangat sesuai dan dibutuhkan kelompok ternak. Selain itu, hasil pakan ternak silase yang dihasilkan termasuk dalam kategori baik sekali.Abstract: Currently, the buffalo population in Sumbawa Regency continues to decline significantly, resulting in a decline in the income of livestock farmers. Furthermore, the scarcity of buffalo can threaten the existence of the 'Barapan Kebo' culture, a unique and iconic tradition of Sumbawa Regency. One of the causes of this problem is the scarcity of available feed during the dry season. Therefore, training was conducted on making silage feed using the main raw materials of lamtoro and gamal for the Liang Bukal livestock group of Batu Tering village, consisting of 27 members. The purpose of this activity was to enhance the knowledge, skills, and attitudes of participants regarding the sustainability of the feed production program. The method used was Participatory Rural Appraisal (PRA) in extension activities and direct practice of silage production. The evaluation employed a pre-test-post-test design using the sign test method, assessing the level of effectiveness of training activities, and evaluating the quality of the resulting feed by observing the levels of mould, pH, odour, shape, and colour. The evaluation results showed that the participants' knowledge and attitudes regarding the sustainability of the program increased significantly after participating in the training activities. The training effectiveness rate was 79%, demonstrating its effectiveness. This program is highly suitable and necessary for livestock groups. Furthermore, the resulting silage feed yields were considered excellent.