Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Tahun 2022 menunjukan bahwa persentase penduduk miskin terbesar berasal dari Kepulauan Maluku dan Papua. Penelitian ini menggunakan meotde K-Means untuk klusterisasi kabupaten/kota berdasarkan tingkat kemiskinan. Data yang diperoleh pada penelitian ini berasal dari BPS Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara yang terdiri dari 63 kabupaten/kota dengan 8 menggunakan variabel. Penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat 3 kluster dalam tingkat kemiskinan di Kepulauan Papua dan Maluku. Kluster 0 terdiri atas Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ambon, Kota Merauke, Jayawijaya, Kota Jayapura, Lanni Jaya dan Kota Sorong. Cluster 1 yang terdiri atas Kabupaten Seram Bagian Barat, Buru, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Halmahera Utara, Kepulauan Sula, Pulau Morotai, Jayapura, Biak Numfor, Puncak Jaya, Nabire, Paniai, Mimika, Tolikara, Yahukimo, Puncak, Manokwari dan Nduga. Selanjutnya cluster 2 yang terdiri atas Kepulaun Tanimbar, Maluku Tenggara, Kepulaun Aru, Seram Bagian Timur, Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Tual, Halmahera Barat, Pulau Taliabu, Ternate, Tidore Kepulauan, Kepulauan Yapen, Mappi, Boven Digoel, Asmat, Sarmi, Pegunungan Bintang, Keerom, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Yalimo, Dogiyai, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Deiyai, Kaimana, Teluk Wondama, Fakfak, Teluk Bintuni, Sorong Selatan, Sorong, Tambrauw, Raja Ampat Maybrat, Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan. Kata Kunci: Kemiskinan, Klustering, K-Means.