Indonesia, sebagai negara yang terletak pada wilayah cincin api, memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi yang dapat memicu fenomena likuifaksi, khususnya pada daerah dengan jenis tanah berpasir dan jenuh air. Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang (UNP), yang berlokasi di kawasan Air Tawar Kota Padang, memiliki karakteristik tanah berupa pasir lanauan yang sangat rentan mengalami likuifaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi di kawasan tersebut menggunakan Metode Simplified Seed dan Liquefaction Potential Index (LPI), guna mendukung mitigasi bencana serta perencanaan dan pengembangan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data sekunder berupa hasil uji Standar Penetration Test (SPT), data kedalaman muka air tanah, serta nilai percepatan tanah maksimum (PGA) sebesar 0,6 g. Metode Simplified Seed digunakan untuk menghitung Cyclic Stress Ratio (CSR), Cyclic Resistance Ratio (CRR), dan Safety Factor (SF) pada setiap lapisan tanah hingga kedalaman 20 meter. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar lapisan tanah memiliki nilai safety factor kurang dari 1, yang berarti berpotensi mengalami likuifaksi saat terjadi gempa bumi. Selanjutnya, hasil perhitungan LPI menunjukkan nilai indeks di atas 15, yang mengindikasikan potensi likuifaksi sangat tinggi pada lokasi penelitian. Temuan ini menegaskan perlunya penerapan langkah mitigasi berupa perbaikan tanah dan perencanaan struktur bangunan yang lebih tahan terhadap deformasi tanah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak universitas dan pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pembangunan yang lebih aman, sehingga dapat meminimalkan risiko kerusakan dan korban jiwa di wilayah rawan bencana.