Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketimpangan dalam penerapan budaya religius di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja bentuk budaya religius dan bagaimana budaya itu terjadi, dan untuk mengetahui apa saja faktor yang mendukung dan menghambat atmosfer budaya religius peserta didik serta alasan mengapa budaya religius timbul di MTs Negeri 2 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan terdiri dari 19 orang yang meliputi kepala madrasah, guru rumpun PAI, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adapun bentuk budaya religius yang berkembang di MTs Negeri 2 Medan tampak dalam berbagai kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di madrasah. Meliputi kegiatan Morning Smile, Muraja’ah, Tadarus Al-Qur’an, Shalat Dhuha, Shalat berjamaah, Tahfidz, Dakwah Jum’at, Shalat Jum’at, dan BTQ. Budaya religius tersebut di dukung juga oleh faktor pendukung antara lain profesionalitas atau dedikasi guru, ketersediaan fasilitas atau sarana dan prasarana yang lengkap, serta kerja sama antara pihak madrasah dan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, latar belakang keluarga atau orang tua, rendahnya kesadaran diri, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, serta penggunaan teknologi. Budaya religius ini muncul sebagai bagian dari visi dan misi, implementasi kurikulum, serta upaya pembinaan akhlak dan kedisiplinan peserta didik.