Rapono, Muhammad
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Adaptasi guru pendidikan agama islam terhadap kurikulum merdeka: studi kasus di sekolah menengah atas Diani, Putri; Rapono, Muhammad
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202424617

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka di SMA PAB 4 Sampali menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama terkait dengan penggunaan teknologi, kompetensi guru, dan keterlibatan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang dan hambatan yang dihadapi guru PAI dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan bagaimana dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, wakil kepala kurikulum, guru PAI dan orangtua/wali siswa untuk mendapatkan pandangan mendalam tentang proses implementasi kurikulum. Observasi kelas dan analisis dokumen pembelajaran juga dilakukan untuk melengkapi data yang diperoleh dari wawancara. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik coding untuk mengidentifikasi tema utama terkait peluang dan hambatan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitian menemukan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMA PAB 4 Sampali telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, dengan penggunaan metode pembelajaran inovatif seperti project-based learning dan teknologi digital. Namun, terdapat hambatan utama seperti akses internet yang tidak stabil, keterbatasan keterampilan teknologi di kalangan guru, dan kesulitan dalam menangani perbedaan kemampuan siswa. Peluang utama meliputi peningkatan motivasi siswa melalui teknologi dan dukungan positif dari orang tua. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan strategi yang lebih efektif dalam implementasi Kurikulum Merdeka di konteks pendidikan agama Islam.
Developing a Mental Health Counseling E-book to Improve Student Mental Health Sahputra, Dika; Fawri, Andika; Rapono, Muhammad; Asyfa, Amalya; Putra, Ardika Mandala
Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2025): Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/mash.v8i01.2249

Abstract

The mental health of university students is a crucial aspect that contributes to their academic success and psychological well-being. However, many students experience academic, social, and emotional pressures that may trigger mental health disorders such as stress, anxiety, and depression. Unfortunately, limited access to counseling services and the negative stigma surrounding mental health discourage many students from seeking help. Therefore, innovative solutions are needed to support student mental health in a more accessible and effective manner. This study aims to develop and evaluate the effectiveness of a mental health counseling e-book for university students. The research employs the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) development model, involving 417 students from the State Islamic University of North Sumatra. Data collection was conducted using a Likert-scale questionnaire to measure students' mental health before and after the e-book intervention. The findings indicate that the developed e-book meets the content and design feasibility standards, with percentages of 68.73% and 88.52%, respectively, and was deemed highly suitable by experts. The Wilcoxon statistical test revealed a significant improvement in students' mental health levels following the use of the e-book, with an Asymp. Sig value of 0.000 (p < 0.05). Thus, the e-book has proven to be an effective tool in helping students manage their mental health. This study recommends the utilization of e-books as a supplementary counseling medium in higher education institutions to enhance students' psychological well-being.
Budaya Religius Peserta Didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Medan Munthe, Maimunah; Syaukani, Syaukani; Rapono, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i3.31616

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketimpangan dalam penerapan budaya religius di madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja bentuk budaya religius dan bagaimana budaya itu terjadi, dan untuk mengetahui apa saja faktor yang mendukung dan menghambat atmosfer budaya religius peserta didik serta alasan mengapa budaya religius timbul di MTs Negeri 2 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan terdiri dari 19 orang yang meliputi kepala madrasah, guru rumpun PAI, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adapun bentuk budaya religius yang berkembang di MTs Negeri 2 Medan tampak dalam berbagai kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di madrasah. Meliputi kegiatan Morning Smile, Muraja’ah, Tadarus Al-Qur’an, Shalat Dhuha, Shalat berjamaah, Tahfidz, Dakwah Jum’at, Shalat Jum’at, dan BTQ. Budaya religius tersebut di dukung juga oleh faktor pendukung antara lain profesionalitas atau dedikasi guru, ketersediaan fasilitas atau sarana dan prasarana yang lengkap, serta kerja sama antara pihak madrasah dan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, latar belakang keluarga atau orang tua, rendahnya kesadaran diri, pengaruh lingkungan dan teman sebaya, serta penggunaan teknologi. Budaya religius ini muncul sebagai bagian dari visi dan misi, implementasi kurikulum, serta upaya pembinaan akhlak dan kedisiplinan peserta didik.
Adaptasi guru pendidikan agama islam terhadap kurikulum merdeka: studi kasus di sekolah menengah atas Diani, Putri; Rapono, Muhammad
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202424617

Abstract

Penerapan Kurikulum Merdeka di SMA PAB 4 Sampali menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama terkait dengan penggunaan teknologi, kompetensi guru, dan keterlibatan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peluang dan hambatan yang dihadapi guru PAI dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan bagaimana dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah, wakil kepala kurikulum, guru PAI dan orangtua/wali siswa untuk mendapatkan pandangan mendalam tentang proses implementasi kurikulum. Observasi kelas dan analisis dokumen pembelajaran juga dilakukan untuk melengkapi data yang diperoleh dari wawancara. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik coding untuk mengidentifikasi tema utama terkait peluang dan hambatan dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Penelitian menemukan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMA PAB 4 Sampali telah menunjukkan kemajuan yang signifikan, dengan penggunaan metode pembelajaran inovatif seperti project-based learning dan teknologi digital. Namun, terdapat hambatan utama seperti akses internet yang tidak stabil, keterbatasan keterampilan teknologi di kalangan guru, dan kesulitan dalam menangani perbedaan kemampuan siswa. Peluang utama meliputi peningkatan motivasi siswa melalui teknologi dan dukungan positif dari orang tua. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan strategi yang lebih efektif dalam implementasi Kurikulum Merdeka di konteks pendidikan agama Islam.