Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERVENSI ELEVASI KEPALA PADA PASIEN DENGAN SPACE-OCCUPYING LESIONS (SOL) DUE TO MENINGIOMA POST OPERASI KRANIOTOMI DENGAN NYERI KEPALA: CASE REPORT Handayani, Annisa Yuniar; Fitri, Siti Ulfah Rifa’atul; Pahria, Tuti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i3.2429

Abstract

Space-occupying lesions (SOL) pada otak salah satunya dapat disebabkan oleh tumor otak. Pengobatan pada tumor otak yaitu operasi pengangkatan tumor dengan prosedur kraniotomi. Pasien post operasi kraniotomi dapat mengalami nyeri kepala sedang hingga berat. Memposisikan pasien elevasi kepala dapat menjadi salah satu cara dalam menurunkan nyeri kepala post kraniotomi. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan pemberian elevasi kepala pada pasien SOL supratentorial dengan convexity meningioma post operasi kraniotomi yang mengalami nyeri kepala. Metode: Metode yang digunakan yaitu case study (studi kasus) dengan pendekatan asuhan keperawatan (pengkajian, masalah keperawatan, rencana asuhan keperawatan, implementasi, dan evaluasi keperawatan). Sampel pada studi kasus ini yaitu satu pasien yang memiliki SOL supratentorial dengan convexity meningioma post kraniotomi. Hasil: Evaluasi yang didapatkan setelah pemberian intervensi elevasi kepala selama 4 hari yaitu adanya penurunan skala nyeri dari skala 6 menjadi 0 NRS (0-10) atau tidak nyeri. Kesimpulan: Tingkat nyeri kepala berkurang secara signifikan setelah diberikan intervensi elevasi kepala dengan kolaborasi pemberian ketorolac. Diharapkan studi kasus ini dapat menjadi acuan dalam penerapan elevasi kepala pada pasien dengan nyeri kepala akut post operasi kraniotomi untuk mengurangi tingkat nyeri kepala.
Hubungan Pola Makan dengan Hipertensi pada Populasi Pedesaan: Sebuah Tinjauan Cakupan Aliyah, Ira Nur; Nugraha, Bambang Aditya; Fitri, Siti Ulfah Rifa’atul
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v8i2.400

Abstract

The global prevalence of hypertension has shown a consistent increase, including in rural areas, which generally have limited access to health services, nutrition education, and resources for non-communicable disease prevention. Changes in consumption patterns due to modernization have exacerbated exposure to dietary risk factors, particularly high intakes of salt, saturated fat, added sugar, and low fiber consumption. As a modifiable risk factor, diet plays a crucial role in hypertension control, yet scientific evidence in rural populations remains scattered and has not been systematically synthesized. Therefore, this study aimed to map scientific evidence on the relationship between diet and hypertension in rural populations through a scoping review approach. A search was conducted in PubMed, Scopus, Science Direct, and Cambridge Core using the PICOS framework for publications from 2020-2025. Of the 21,045 articles, 10 met the inclusion criteria based on PRISMA-ScR and JBI quality assessment (score ≥75%). The results showed that the majority of studies found a significant association between unhealthy diet and hypertension, particularly when accompanied by obesity and a pro-inflammatory diet. Factors such as physical activity, culture, and nutritional status also influence this association. These findings underscore the importance of locally tailored community nutrition interventions and promotion of anti-inflammatory diets to prevent hypertension in rural areas.