Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDE MORAL SEBAGAI ESENSI PEMIKIRAN ISLAM (FAZLUR RAHMAN) DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Furhaniati
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol 1 No 3 (2025): November-Januari
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/b06kpt70

Abstract

. Ide moral dalam pemikiran Islam menempati posisi sentral dalam pandangan Fazlur Rahman. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan mendeskripsikan tentang ide moral sebagai esensi pemikiran Islam (Fazlur Rahman). Penulisan ini menggunakan metode kepustakaan, dengan mengakses buku, jurnal, artikel dan sumber teoritis lainnya yang relevan dengan topik yang diangkat. Hasil penelitian menggambarkan bahwa rahman menekankan perlunya penafsiran Al-Qur’an yang mencakup dimensi moral universal, melampaui aspek hukum formal. Konsep “Double Movement” yang diusulkannya menitikberatkan pada pemahaman kontekstual Al-Qur’an, mengintegrasikan kondisi sosio-historis ketika ayat diturunkan dengan nilai-nilai moral yang terkandung. Dengan merinci langkah-langkah gerakan ganda, Rahman mengajak untuk menerapkan ideal moral Al-Qur’an dalam konteks zaman modern. Penerapan ide moral dalam konteks zaman modern, seperti pembahasan poligami, menunjukkan relevansi dan fleksibilitas pandangan Rahman terhadap perubahan sosial. Adapun implikasi ide moral Fazlur Rahman dalam pendidikan Islam ialah mengajak untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai moral sebagai bagian integral dari warisan intelektual Islam
INTEGRASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PELUANG DAN TANTANGAN) Furhaniati; Muhammad Yusuf
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol. 2 No. 1 (2025): Mei-Juli
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/r12gfz87

Abstract

Abstrak, Dalam era digital saat ini, integrasi teknologi dalam pendidikan menjadi suatu keharusan, termasuk dalam pendidikan agama Islam. Jurnal ini membahas peluang dan tantangan yang dihadapi dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam kurikulum pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk studi kasus, survei, dan wawancara dengan pendidik. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun terdapat banyak peluang untuk meningkatkan pembelajaran, tantangan seperti infrastruktur yang kurang memadai dan resistensi terhadap perubahan masih menjadi hambatan yang signifikan.      
TANTANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL Furhaniati; Ahmad Badwi
Maulana Atsani: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol 2 No 2 (2025): Agustus-Oktober
Publisher : Pusat Kajian dan Pengembangan Publikasi Ilmiah (PKPPI) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/jqq7z125

Abstract

Abstrak. Era digital membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membuka peluang luas bagi inovasi pembelajaran, namun sekaligus menghadirkan tantangan yang kompleks. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan pembelajaran PAI di era digital, ditinjau dari aspek pendidik, peserta didik, materi ajar, interaksi pembelajaran, serta infrastruktur teknologi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan teknik analisis isi terhadap buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama pembelajaran PAI di era digital meliputi kesenjangan literasi digital guru dan siswa, ketidaksesuaian serta rendahnya validitas konten keislaman digital, minimnya interaksi sosial dan afeksi dalam pembelajaran daring, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta persoalan etika dan perilaku digital. Artikel ini menegaskan pentingnya strategi adaptif, penguatan kompetensi digital pendidik PAI, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam pemanfaatan teknologi agar pembelajaran PAI tetap efektif dan relevan di tengah pesatnya perkembangan digital.