Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR YANG MEMENGARUHI STUNTING DI INDONESIA PADA 2021, PENDEKATAN ANALISIS GEOGRAPHICALLY WEIGHTED REGRESSION (GWR) Hermawan, Asep; Anasi, Raras; Winarto, Agus Tri; Sudikno, Sudikno
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 46 No. 1 (2023): PGM VOL 46 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v46i1.770

Abstract

Stunting is a chronic nutritional deficiency and can have long-term impacts that are detrimental to health in the next life cycle. In 2021 the stunting rate in Indonesia will be 24.4 percent. The prevalence rate of stunting in each province varies so it is suspected that there are regional proximity and characteristics that contribute to the prevalence of stunting. This research aims to predict stunting by considering regional proximity in Indonesia. The research design is cross-sectional. The analysis used is spatial Geographically Weighted Regression (GWR) to predict stunting risk factors by considering regional proximity in the analysis. Research data uses secondary data from the 2021 Indonesian Nutrition Status Study (SSGI). The observation units are 34 provinces in Indonesia. GWR analysis uses Kernel Fixed Gaussian weights (smallest AIC value). The results of the analysis found that the GWR model is better used to model the determinant factors of toddler stunting in Indonesia compared to the OLS/linear regression model. Four predictor variables influence stunting, namely the proportion of the population who have JKN/Jamkesda, the proportion of sick toddlers who undergo examination/treatment at health service facilities, the proportion of toddlers with low birth weight categories, and the proportion of toddlers who experience diarrhea.
Identifikasi Wilayah Berisiko ISPA Pada Balita di Pulau Jawa: Pendekatan Analisis Spasial dan Perbandingan Karakteristik Antar Klaster Anasi, Raras; Septiono, Wahyu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56198

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas balita di Indonesia, dengan prevalensi di Pulau Jawa masih melebihi rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran ISPA pada balita di Pulau Jawa, mengidentifikasi wilayah dengan risiko tinggi, serta membandingkan karakteristik sosial-demografis dan lingkungan antara wilayah berisiko tinggi dengan wilayah lainnya. Analisis dilakukan menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 pada 119 kabupaten/kota di 6 provinsi di Pulau Jawa. Hasil analisis menunjukkan adanya autokorelasi spasial positif pada prevalensi ISPA (Moran’s I=0,321; p=0,001), yang menandakan terjadinya pengelompokan spasial kasus ISPA pada balita. Sebanyak sepuluh wilayah teridentifikasi sebagai klaster risiko tinggi (high-high). Ditemukan perbedaan karakteristik balita dengan ISPA, meliputi status stunting, kepemilikan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), jenis sanitasi, klasifikasi wilayah, dan status ekonomi antara wilayah klaster risiko tinggi (high-high) dan wilayah non high-high. Temuan ini menegaskan kebutuhan akan intervensi yang lebih terarah di wilayah prioritas melalui penguatan deteksi dini ISPA, perbaikan sanitasi dan gizi balita, serta optimalisasi pemanfaatan JKN. Selain itu, penguatan layanan primer di klaster berisiko tinggi melalui perluasan kunjungan rumah tangga, peningkatan akses JKN, serta penerapan pendekatan berbasis wilayah dan pemantauan spasial berkelanjutan menjadi kunci perumusan kebijakan kesehatan masyarakat yang lebih efektif. Kata Kunci: Autokorelasi, Balita, ISPA, Jawa, Spasial.