Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MORFOMETRIK DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN JUARO (Pangasius polyuranodon) DI SUNGAI KAPUAS BAGIAN HILIR KABUPATEN KUBU RAYA. Lumempouw, Maura Thesalonika; Munir, Ahmad Mulyadi Sirodjul; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i2.86450

Abstract

Ikan juaro (Pangasius polyuranudon) Ikan juaro atau yang biasa disebut juga ikan patin juare   oleh masyarakat lokal ini merupakan salah satu jenis ikan air tawar omnivora yang hidup di tepian sungai besar seperti sungai-sungai di Kalimantan dan Sumatera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan juaro berupa morfometrik dan hubungan panjang berat ikan juaro di Sungai Kapuas bagian hilir. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 2 bulan di aliran Sungai Kapuas bagian hilir. Pengambilan sampel ikan juaro akan dilakukan dengan membagi aliran Sungai Kapuas yang berada di Desa Kumpai menjadi 2 stasiun dengan jarak masing-masing stasiun sejauh 1km dengan karakteristik kedua stasiun yang berbeda dimana stasiun satu merupakan area pemukiman dan tambak ikan sedangkan untuk stasiun kedua. Alat yang diperlukan yaitu alat tangkap berupa pukat dengan ukuran mesh size 1-4 inch dengan panjang pukat 30-40 meter. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Sungai Kapuas bagian hilir Kabupaten Kubu Raya didapatkan total 73 ekor ikan juaro, dengan jumlah jantan sebanyak 30 ekor dan betina sebanyak 43 ekor . Sedangkan rata-rata Panjang total (PT) dan berat untuk ikan betina yaitu 330 mm dan 370 gr. Hasil pengukuran parameter fisika kimia di Perairan Sungai Kapuas bagian hilir kabupaten Kubu Raya, yaitu suhu air berkisar antara 28 - 30 ℃, pH air berkisar antara 5.0 "“ 5.5 dan DO berkisar antara 4.4 "“ 4.7 mg/l.
Biologi Reproduksi Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) Yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Endang, Endang; Padmarsari Soetignya, Widadi; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.94141

Abstract

Abstrak Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat Kabupaten Sambas merupakan salah satu sentra kegiatan perikanan tangkap di Kalimantan Barat. PPN Pemangkat berperan dalam pengembangan usaha perikanan tangkap. Salah satu jenis ikan pelagis yang didaratkan di PPN Pemangkat yaitu ikan tongkol (Euthynnus affinis). Tujuan penelitian ini mengatahui biologi reproduksi ikan tongkol meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad, dan fekunditas. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari Februari sampai dengan April 2024. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel yang diamati selama penelitian sebanyak 60 ekor, terdiri dari 32 ekor jantan dan 28 ekor betina dengan rasio kelamin yang didapatkan 1,1:1. Tingkat Kematangan Gonad (TKG) yang diperoleh baik jantan dan betina adalah TKG I-IV. Nilai Indeks Kematangan Gonad (IKG) ikan Jantan berkisar antara 044-5,33% dan nilai ini lebih kecil jika dibandingkan dengan IKG ikan tongkol betina yang berkisar antara 2,13-8,63%. Hasil penelitian fekunditas total ikan tongkol secara keseluruhan berkisar antara 268.593-668.039 butir telur. Fekunditas relatif terhadap panjang total ikan berkisar antara 14029-26898 butir/cm, sedangkan fekunditas relatif terhadap berat total ikan berkisar antar 315-594 butir/gram. Kata Kunci: biologi reproduksi,Euthynnus affinis, PPN Pemangkat
Dinamika Populasi Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) Yang Didadartkan di Pangkalan Pendaratan Ikan Sukadana Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat Silma, Asyifa Adzania; Padmarsari Soetginya, Widadi; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.92807

Abstract

Ikan tenggiri merupakan salah satu jenis ikan yang paling sering didaratkan dan sangat diminati. Data tangkapan menunjukkan peningkatan signifikan untuk ikan tenggiri, dari 293. 409 ton pada tahun 2019 menjadi 488. 300 ton pada tahun 2022. Namun, penangkapan ikan tenggiri yang terus-menerus dapat berdampak pada populasi ikan tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk memahami dinamika populasi ikan tenggiri, termasuk aspek pertumbuhan, mortalitas, dan tingkat eksploitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sebaran panjang ikan, hubungan antara panjang dan berat, laju pertumbuhan, serta tingkat mortalitas. Penelitian didahului dengan survei lapangan untuk mengetahui kondisi lokasi dan jenis alat tangkap yang digunakan. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dari nelayan. Data diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan FISAT 2 untuk menganalisis lebih lanjut, yang mencakup distribusi frekuensi panjang, hubungan antara panjang dan berat, serta parameter pertumbuhan. Selama penelitian pada Bulan September-November 2024 yang berlokasi di PPI Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, sebanyak 233 ekor ikan tenggiri telah diambil sebagai sampel. Frekuensi panjang ikan dikelompokkan menjadi 9 kelas dengan interval panjang 4 cm. Panjang ikan tenggiri yang ditemukan berkisar antara 51-86 cm. Kelas panjang tertinggi terdapat pada kisaran 71-74 cm dengan jumlah 35 ekor, sedangkan kelas terendah pada kisaran 83-86 cm dengan 12 ekor. Sebagian besar ikan tenggiri memiliki panjang antara 59-74 cm, dengan jumlah total 101 ekor.Analisis hubungan panjang dan berat ikan tenggiri dilakukan melalui regresi, yang menunjukkan pola pertumbuhan ikan tenggiri bersifat allometrik negatif. Dengan persamaan W = 0,0867L²,46, ditemukan bahwa pertambahan panjang ikan terjadi lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat. Parameter pertumbuhan dianalisis berdasarkan persamaan Von Bertalanffy, dimana panjang asimptotik (L∞) ditemukan sebesar 85,05 cm, dengan koefisien pertumbuhan (K) sebesar 0,51 per tahun. Analisis mortalitas dan eksploitasi menunjukkan nilai mortalitas total (Z) sebesar 1,62 per tahun, mortalitas alami (M) 0,87 per tahun, dan mortalitas karena penangkapan (F) 0,74 per tahun, serta laju eksploitasi (E) 0,46 per tahun. Hal ini menunjukkan eksploitasi dalam pemanfaatan atau penangkapan terhadap ikan tenggiri termasuk dalam kategori pemanfataan masih dalam batas aman Balancedfishing).
POLA PERTUMBUHAN IKAN KIPER (Scatophagus Argus) DI MUARA SUNGAI DURI KECAMATAN SUNGAI RAYA KEBUPATEN BENGKAYANG Amelia, Putri; Mulyadi S Munir, Achmad; Magrima Anzani, Yunita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.97454

Abstract

Ikan kiper (Scatophagus argus) yang biasa disebut juga ikan ketang oleh masyarakat lokal, ikan ini merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak ditemukan di perairan Indo-Pasifik dari Kuwait hingga Fiji dan dari Jepang bagian utara hingga selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan kiper pola pertumbuhan ikan kiper. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan di muara Sungai Duri. Pengambilan sampel ikan kiper dibagi menjadi 3 stasiun dengan karakteristik ketiga stasiun yang berbeda yang dimana stasiun satu merupakan muara sungai, stasiun kedua merupakan kawasan mangrove dan stasiun 3 merupakan pemukiman masyarakat. Alat yang diperlukan yaitu alat tangkap berupa jaring insang dengan ukuran mesh size 1-1,5 inch dengan panjang 20-30 meter. Analisis hubungan panjang berat menggunakan persamaan 〖W=aL〗^bdan transformasi logaritmik untuk menentukan nilai b sebagai indikator pola pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kiper jantan memiliki persamaan 〖W=0,02L〗^2,6702 dengan nilai b = 2,67 sedangkan ikan betina memiliki persamaan 〖W=0,1216L〗^1,8429dengan nilai b = 1,84. pada kedua jenis kelamin menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, di mana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat. Hasil pengukuran parameter kualitas perairan menunjukkan kondisi perairan masih layak untuk kehidupan ikan kiper karena masih sesuai dengan PP No. 22 Tahun 2021 baku mutu kelas III.
Keanekaragaman Jenis Ikan di Kawasan Bendungan Merowi Desa Semayang Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau Andika, Arya; Mulyadi, Ahmad; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.91907

Abstract

Penelitian keanekaragaman jenis ikan di Kawasan Bendungan Merowi Desa Semayang Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau terdiri dari empat stasiun pengamatan pada bulan April-Mei 2024. Pemilihan stasiun pengamatan secara terpilih (purposive sampling) yaitu berdasarkan pertimbangan terwakili keadaan perairan. Hasil penelitian terdapat 18 jenis dari 11 famili dari ikan yang berhasil dikumpulkan berjumlah 156 ekor ikan menggunakan tajur, serok, bubu dan pukat. Hasil pengamatan menunjukan adanya keragaman jenis ikan yang diperoleh di Kawasan Bendungan Merowi. Stasiun 1 tercatat ada 9 spesies dari 6 famili, stasiun 2 ditemukan 12 spesies dari 9 famili, di stasiun 3 ditemukan 15 spesies dari 10 famili dan pada stasiun 4 ditemukan 14 spesies dari 10 famili. Kelimpahan jenis ikan tertinggi pada setiap stasiun berasal dari famili Cyprinidae, yaitu masingmasing pada stasiun 1,2,3 dan 4 adalah 55.17%, 53.38%, 61.36% dan 52.63%. indeks keanekaragaman pada stasiun 1,2,3 dan 4 berada pada kategori sedang dengan kisaran yaitu nilai 1,99, 2,03, 2,29 dan 2,34. Sedangkan untuk Indeks keseragaman berada dalam katagori merata dengan nilai secara berturut-turut yaitu 0,60, 0,62, 0,61 dan 0,58. sedangkan indeks dominasi berada pada kondisi stabil dan tidak ada jenis ikan tertentu yang mendominasi dengan nilai pada setiap stasiun 0,17, 0,15, 0,11 dan 0,12.