This Author published in this journals
All Journal Jurnal Inovator
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MESIN PENCACAH PAKAN TERNAK (SAPI) MULTIFUNGSI Haripriadi , Bambang Dwi; Hajar, Ibnu
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i1.262

Abstract

Sapi merupakan hewan ternak yang banyak dipelihara oleh masyarakat di Desa Pedekik. Pada saat ini terdapat beberapa kelompok ternak sapi salah satu yang dikelola sama kelompok ternak Pakmas Deso. Kelompok ini memelihara sekitar 28 ekor sapi, jenis sapi yang diternakkan merupakan sapi pedaging dan setiap hari menyiapkan pakan ternak untuk sekali makan sebanyak 4-6 gerobak dengan berat sekitar 50 kg. Pakan ternak yang biasa diberikan berupa rumput menjalar, ilalang, rumput gajah, pelepah sawit, pelepah pinang dan batang pisang Permasalahan yang biasa dihadapi kelompok ini berupa pengelolaan penyediaan pakan. Dimana pakan ternak yang berukuran besar seperti rumput gajah, pelepah sawit, pelepah pinang dan batang pisang harus di potong kecil-kecil dengan ukuran sekitar 5-10 cm. Biasanya peternak memotong / mencacah bahan pakan ternak ini secara manual menggunakan parang atau arit sehingga memakan waktu dan kurang safety pada saat proses pemotongan pakan ternak. Dalam penelitian ini akan membuat Mesin Pencacah Pakan Ternak Multifungsi dengan kapasitas 50 kg/jam dengan ukuran hasil pemotongan sama sekitar 5-10 cm. Metode penelitian yang dilakukan nantinya menggunakan metode eksperimental dengan melihat kuantitas dan efisiensi potongan pakan ternak yang dihasilkan dari mesin pencacah pakan ternak dan kotoran sapi yang kering untuk digunakan sebagai pupuk kandang.
Analisa Burr Pada Proses End-Milling Baja Karbon Lunak Profil Siku Menggunakan CNC Router Mazwan, Mazwan; Haripriadi , Bambang Dwi
Jurnal INOVATOR Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v7i1.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dan menganalisis terbentuknya burr pada proses end-milling baja karbon lunak dengan menggunakan CNC Router pada profil siku. Burr merupakan sisa material yang menonjol di sepanjang tepi hasil pemrosesan dan dapat memengaruhi kualitas produk akhir serta keamanan operasional. Metodologi penelitian ini mencakup eksperimen end-milling pada baja karbon lunak dengan variasi parameter pemotongan seperti kecepatan spindel, kedalaman pemotongan, dan jenis cairan pemotongan. Desain eksperimen menggunakan metode Taguchi matriks ortogonal array L9 dan analisa data menggunakan AONOVA. Hasil analisa data menunjukkan kecepatan spindel merupakan parameter utama yang mempengaruhi pembentukan burr, diikuti dengan kedalaman potong dan jenis cairan pemotongan. Nilai burr meningkat dengan meningkatnya kecepatan spindel dan kedalaman potong. Proses pemesinan kering (dry) terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan burr.
Analisis Pengaruh Parameter Pengelasan SMAW Pada Kekuatan Sambungan Las Baja Paduan ST60 Efendi , M Syafuan; Haripriadi , Bambang Dwi
Jurnal INOVATOR Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal INOVATOR
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/inovator.v8i2.520

Abstract

Penelitian ini menganalisis menentukan parameter pengelasan SMAW yang optimal pada Baja ST60 dengan memvariasikan arus 100 A, 110 A, 120 A, elektroda E7018 Ø2.6, Ø3.2, Ø4.0, dan kampuh I, V, X menggunakan metode Taguchi L27. Pengujian mencakup NDT penetrant dan uji tarik sesuai ASTM E8/E8M, dengan analisis S/N Ratio dan ANOVA. Hasil menunjukkan beberapa cacat seperti porosity dan crack, namun sebagian besar spesimen berada dalam kondisi baik. ANOVA menunjukkan kampuh sebagai faktor paling berpengaruh, disusul diameter elektroda dan arus. Kombinasi parameter terbaik untuk menghasilkan kekuatan sambungan tertinggi adalah arus 120 A, elektroda Ø4.0 mm, dan kampuh V, yang memberikan nilai tarik dan stabilitas las terbaik sehingga dapat menjadi acuan dalam proses pengelasan industri.