Vania, Venawa
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Seni Pertunjukan dan Seni Rupa di Desa Kembaran, Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah Prasetyorini, Arjuni; Sukanadi, I Made; Vania, Venawa
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13898

Abstract

Desa Kembaran adalah desa dengan sentra durian yang banyak dikunjungi oleh pengunjung yang menjadi kuliner durian. Namun, Desa Kembaran belum memiliki satu seni pertunjukan yang sesuai untuk disuguhkan kepada para pengunjung. Hal tersebut merupakan satu masalah yang perlu dipecahkan. Demikian juga, belum begitu banyak aktivitas pelatihan dan pementasan yang dilakukan di desa tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan yang ada di komunitas seni di Desa Kembaran.  Pembinaan dan pengembangan potensi seni tradisi di masyarakat diharapkan dapat membuka peluang, mengembangkan, dan mewujudkan suatu bentuk seni pertunjukan khas Desa Kembaran yang dapat disuguhkan.  Kelompok seni yang menjadi sasaran pembinaan adalah Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni  Warokan, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Batik Elok Sejati, dan Komunitas Seni Sablon Pemuda Opptima. Kegiatan ini  berlangsung pada Juli-Agustus 2024 yang mencakup kegiatan pengembangan dan kreasi inovasi dalam pengembangan gerak tari, gending atau lagu, dan kostum tari. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi demonstrasi, ceramah, dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini mencakup pembuatan komposisi koreografi baru, musik pengiring,dan tata busana, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pertunjukan di Desa Kembaran. Kembaran Village is a distinguished village with its Durian production, inviting many visitors to visit this place. However, Kembaran Village does not have a performing art that is suitable to be presented to visitors as there have not been many training and staging activities carried out in the village. This program aims to develop the existence of both performing and visual art in Kembaran Village.  The development of the potential of traditional arts in the community is expected to open up opportunities and realize a typical form of performing arts in Kembaran Village.  The targeted participants of this program are several art groups in the village, such as Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni Warokan, Komunitas Jathilan Turonggo Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Elok Sejati Batik, and Komunitas Seni Sablon Opptima. This activity was conducted in July-August 2024 involving coaching activities and innovation in the development of dance movements, gending or accompaniments, and dance costumes. The methods used in the implementation of this activity were demonstrations, lectures, and training. The result of this activity shows that the creation of new choreographic compositions, accompanying music, and fashion design ultimately enhance the quality of performances in Kembaran Village.
Pelatihan Seni Pertunjukan dan Seni Rupa di Desa Kembaran, Candimulyo, Magelang, Jawa Tengah Prasetyorini, Arjuni; Sukanadi, I Made; Vania, Venawa
Jurnal Pengabdian Seni Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jps.v5i2.13898

Abstract

Desa Kembaran adalah desa dengan sentra durian yang banyak dikunjungi oleh pengunjung yang menjadi kuliner durian. Namun, Desa Kembaran belum memiliki satu seni pertunjukan yang sesuai untuk disuguhkan kepada para pengunjung. Hal tersebut merupakan satu masalah yang perlu dipecahkan. Demikian juga, belum begitu banyak aktivitas pelatihan dan pementasan yang dilakukan di desa tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memecahkan persoalan-persoalan yang ada di komunitas seni di Desa Kembaran.  Pembinaan dan pengembangan potensi seni tradisi di masyarakat diharapkan dapat membuka peluang, mengembangkan, dan mewujudkan suatu bentuk seni pertunjukan khas Desa Kembaran yang dapat disuguhkan.  Kelompok seni yang menjadi sasaran pembinaan adalah Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni  Warokan, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Batik Elok Sejati, dan Komunitas Seni Sablon Pemuda Opptima. Kegiatan ini  berlangsung pada Juli-Agustus 2024 yang mencakup kegiatan pengembangan dan kreasi inovasi dalam pengembangan gerak tari, gending atau lagu, dan kostum tari. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi demonstrasi, ceramah, dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini mencakup pembuatan komposisi koreografi baru, musik pengiring,dan tata busana, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pertunjukan di Desa Kembaran. Kembaran Village is a distinguished village with its Durian production, inviting many visitors to visit this place. However, Kembaran Village does not have a performing art that is suitable to be presented to visitors as there have not been many training and staging activities carried out in the village. This program aims to develop the existence of both performing and visual art in Kembaran Village.  The development of the potential of traditional arts in the community is expected to open up opportunities and realize a typical form of performing arts in Kembaran Village.  The targeted participants of this program are several art groups in the village, such as Komunitas Swara Laras Budaya, Komunitas Seni Warokan, Komunitas Jathilan Turonggo Seta Karumpaka Putri, Komunitas Jathilan Turangga Seta Karumpaka Putra, Komunitas Elok Sejati Batik, and Komunitas Seni Sablon Opptima. This activity was conducted in July-August 2024 involving coaching activities and innovation in the development of dance movements, gending or accompaniments, and dance costumes. The methods used in the implementation of this activity were demonstrations, lectures, and training. The result of this activity shows that the creation of new choreographic compositions, accompanying music, and fashion design ultimately enhance the quality of performances in Kembaran Village.
MELACAK DEWI SARASWATI: DALAM LEGENDA DAN SITUS Sulistijaningtijas, Erlina Pantja; Martiara, Rina; Vania, Venawa
Joged Vol 25, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/joged.v25i1.19860

Abstract

ABSTRAKTulisan ini merupakan upaya melacak hakikat Dewi Saraswati sebagai Dewi kesenian di Jawa melalui legenda dan situs. Salah satu situs yang paling kuat menghadirkan sosok ini adalah Candi Cetha dan Candi Sukuh di Karanganyar. Pelacakan ini dipandang penting untuk dilakukan karena keberadaan dan kapasitas Dewi Saraswati sangat erat kaitannya dengan Institut Seni Indonesia Yogyakarta, yang didudukkan sebagai logo dan sekaligus ikon. Melalui pelacakan ini diharapkan diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai Dewi Saraswati, yang nantinya dapat dijadikan acuan dalam menata strategi dalam arah dan kiprah Institut Seni Indonesia, baik di bidang keilmuan maupun kesenimanan.ABSTRACT This research aims to trace the nature of Dewi Saraswati as the goddess of art in Java through legends and sites. One of the most powerful sites to present this figure is Cetha Temple and Sukuh Temple in Karanganyar. This tracking is considered important because the existence and capacity of Dewi Saraswati is closely related to the Yogyakarta Institute of Indonesian Art, which is both a logo and an icon. Through this tracking, it is hoped that a more comprehensive understanding of Dewi Saraswati, which can later be used as a reference in arranging strategies in the direction and work of the Indonesian Art Institute, both in the field of science and art.