p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Warta Pariwisata
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI FASILITAS PARIWISATA KALDERA TOBA PASCA PENETAPAN SEBAGAI UNESCO GLOBAL GEOPARK Sihombing, Febriani Valentina BR; Suryadi, Meity Intan; Putra, Dzaky Huda Ari Sumenang
Warta Pariwisata Vol 22 No 1 (2024):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2024.22.1.06

Abstract

Meskipun perhatian masyarakat dan akademisi terhadap geopark sedang meningkat, masih belum banyak penelitian yang mengkaji transformasi fasilitas pariwisata pasca menjadi global geopark. Penelitian ini berkontribusi pada literatur geopark dengan melihat transformasi fasilitas yang mencakup akomodasi, transportasi, dan fasilitas lainnya di kawasan Kaldera Toba yang ditetapkan menjadi UNESCO Global Geopark pada 7 Juli 2020. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara perwakilan Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba, pemeriksaan catatan, laporan, foto, dan dokumen pendukung melalui studi pustaka. Kaldera Toba terus dikembangkan dari berbagai aspek untuk menarik kunjungan wisatawan, salah satunya dengan peningkatan kuantitas dan kualitas fasilitas wisata. Aktivitas wisata di Geopark Kaldera Toba semakin berkembang, didukung oleh fasilitas seperti akomodasi Bobocabin dan peralatan untuk penelusuran gua di destinasi Seribu Goa Banuarea, pagar pengaman di Geosite Huta Ginjang, infrastruktur jalan, dan fasilitas umum lainnya. Namun masih terdapat kebutuhan akan fasilitas pendukung tambahan di beberapa geosite.
DAMPAK KEBIJAKAN VISA ON ARRIVAL (VOA) DAN BEBAS VISA KUNJUNGAN (BVK) TERHADAP ASPEK SOSIAL-BUDAYA INDONESIA Nurfara, Najma Afifa; Setiawan, Nisa Aulia Nur; Putra, Dzaky Huda Ari Sumenang; Radyahadi, M. Fadhlan; Izzati J, Athiyyah
Warta Pariwisata Vol 22 No 1 (2024):
Publisher : Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/wpar.2024.22.1.02

Abstract

The Indonesian government has implemented Visa on Arrival (VoA) and Visa-Free Visit (BVK) policies. These facilities make it easier for prospective international tourists to explore Indonesia and can have both positive and negative impacts within its scope. This research is depicted through phenomena using a qualitative descriptive design and data collection through reports, news, and other supporting documents via literature study. The interaction between international tourists and local communities can lead to friction resulting in criminal acts. This can undermine Indonesia's resilience and security in socio-cultural aspects. Many criminal acts have been committed by international tourists, including an incident where a female foreign national disrupted a traditional Balinese dance performance and was not wearing clothing.