Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkampungan Adat Baduy: Antara Pengembangan Pariwisata dan Pelestariannya Widayati, Maria Tri
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 6 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i6.32233

Abstract

Perkampungan Adat Baduy yang berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten merupakan salah satu kawasan yang memiliki nilai budaya tinggi dan keunikan kearifan lokal yang masih lestari hingga saat ini. Namun, meningkatnya arus pariwisata ke wilayah ini menimbulkan tantangan antara upaya pelestarian budaya dengan kebutuhan pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika antara pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya di Perkampungan Adat Baduy, serta mengkaji strategi yang dapat menjembatani keduanya secara berkelanjutan. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di kawasan Badui tetap bisa dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian alam dan budayanya dengan cara dilakukan pembatasan-pembatasan ketat terhadap kegiatan pariwisata. Hal itu karena pariwisata memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang berbasis partisipasi komunitas adat, pengaturan kunjungan wisatawan, dan pendekatan konservasi budaya yang adaptif agar pelestarian dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata. Studi ini memberikan rekomendasi kebijakan untuk menjaga keseimbangan antara pelestarian warisan budaya dan pembangunan ekonomi berbasis pariwisata. Selain itu perlu ada pengaturan ruang berdasar kesepakatan adat yang harus dipatuhi oleh pelaku pariwisata, wisatawan, maupun penduduk local baduy sendiri.
PERAN KOMUNITAS DALAM PENANGANAN TEMUAN BARU PRASASTI (STUDI KASUS KOMUNITAS KANDANG KEBO) Sambodo, Goenawan A.; Widayati, Maria Tri; Purnawali, Hery S.
Berkala Arkeologi Vol. 39 No. 1 (2019)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v39i1.332

Abstract

Abstract The aim of this study is to identify and analyze the efforts of the Kandang Kebo Community in handling new found inscriptions. The method used is descriptive-qualitative, combined with inductive reasoning. Structural analytic, especially Internal Criticism (transliteration, translation and interpretation) is also applied to analyse the new found inscription. Information for this study were collected from the members of Kandang Kebo community, stakeholders, and local community. Data collection were done by observation, literature study, interviews, and documentation. This study found that community which participate in maintaining cultural heritage objects is a provision in the Cultural Heritage Act no. 11 of 2010. Kandang Kebo as a society's community has been trying to apply this Act. The using of social media becomes one of the methods, with its quick and easy way; it makes new artifacts discovery easier to be known by others. Kandang Kebo then proceed this news to the office of BPCB. There are some inscriptions that are successfully saved and read by Kandang Kebo, followed by positive responses from the government.