Pembelajaran sains yang masih mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik dan masih berpusat pada guru, mengakibatkan tidak diperolehnya pengalaman untuk memahami konsep, perlu adanya perbaikan terhadap proses pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran yang efesien dan aktif, salah satunya dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasy experimental dengan desain post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMPN 5 Dompu, terdiri dari tiga kelas dengan jumlah 108 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling karena anggota populasi diasumsikan homogen. Sehingga terpilih kelas yang akan dijadikan sampel yaitu kelas VIIB yang berjumlah 36 peserta didik sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas VIIA yang berjumlah 36 sebagai kelas kontrol yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Proses pengumpulan data peneliti menggunakan instrumen tes kemampuan literasi sains, wawancara, observasi, dan dokumentasi.Nilai Rata-rata literasi sains siswa pada kelas eksperimen sebesar 84,11 sedangkan pada kelas kontrol sebesar 77,89. Hasil uji hipotesis kemampuan literasi sains ditemukan nilai sig 2-tailed 0,00. Oleh karena nilai sig < 0,05, artinya H0 ditolak H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran biologi dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap Kemampuan Literasi Sains siswa kelas VII pada materi keanekaragaman hayati di SMPN 5 Dompu.