Deke, Imanuel Umbu Zawila
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Okultisme Perdukunan: Kajian Praktek Okultisme Penggunaan Jeruk Purut di Batak Toba Deke, Imanuel Umbu Zawila; Takaliuang, Jammes Juneidy
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 4 No 2 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v4i2.386

Abstract

Dalam kalangan orang Batak Toba bahwa dalam praktek okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut sebagai alat/media yang disebut dengan istilah “Marpangir atau Unte pangir”. Dalam prakteknya penggunaan jeruk purut dapat dipercayai memberikan kekuatan, membersihkan diri, dapat menyembuhkan orang sakit maupun dapat mengusir roh jahat dari manisfestasi. Praktek okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut adalah praktek yang bertentangan dengan Alkitab. Alkitab menolak dengan tegas praktek perdukunan, karena praktek tersebut merupakan tipu daya, kejahatan dan segala musuh dari kebenaran firman Tuhan dan bertentangan dengan kehendak Allah (Kisah 13:10). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui teknik observasi dan wawancara untuk pengumpulan data. Hasil dari penelitian berdasarkan temuan adalah bahwa, okultisme perdukunan dengan penggunaan jeruk purut adalah praktek yang dipercayai sebagai media dapat menyembuhkan orang sakit, membersihkan diri dari roh jahat. Praktek demikian adalah praktek yang salah dengan konsep berpikir yang keliru dan tidak dikehendaki oleh Allah. Praktek ini sangat bertentangan dengan Alkitab yang adalah kebenaran, maka dengan demikian praktek okultisme perdukunan tidak dapat terima sebagai suatu kebenaran, yang diterima hanya Alkitab sebagai kebenaran yang berbicara bahwa Allah satu-satu sumber kesembuhan ilahi.
PERJANJIAN BARU MENJAWAB: TANTANGAN GEREJA MASA KINI TERHADAP SPIRITUALITAS INSTAN DAN KONSUMTIF Deke, Imanuel Umbu Zawila
Jurnal Sarita Bahalap Vol. 5 No. 5 (2026): April 2026
Publisher : Jurnal Sarita Bahalap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di era postmodern yang semakin maju membuat gereja mengalami tantangan spiritualitas instan dan konsumtif. Tujuan dari penelitian ini memberikan gambaran yang jelas melalui jawaban Perjanjian Baru untuk gereja tidak terjebak dalam keadaan spiritualitas instan dan konsumtif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur kepustakan (library research) yang berkaitan dengan tinjuan terhadap Perjanjian Baru menjawab tantangan gereja menghadapi spiritualitas instan dan konsumtif. Dari berbagai sumber buku, artikel, website, yang relevan sebagai bahan untuk menyajikan data. Sumber-sumber tersebut di peroleh melalui google book, goole scholar, dan kepustakaan fisik. Dan sumber utama sebagai bahan atau dasar tinjaun teologis adalah sumber Alkitab. Hasil penelitian penunjukkan bahwa gereja harus menolak kebiasaan spiritualitas instan dan perilaku konsumtif dengan berpusat kepada Tuhan Yesus Kristus, berakar dalam Yesus Kristus, dan berbuah di dalam Yesus Kristus, sehingga melahirkan spiritualitas yang sejati dan tidak adanya perilaku konsumtif. Gereja harus kembali fokus pada panggilan untuk memberikan pengajaran yang absolut agar jemaat mengalami spiritualitas yang sejati dan menolak tegas tindakan konsumtif. Dengan melihat Yesus sebagai gambaran yang memberikan teladan bagi gereja maupun orang percaya masa kini.