Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Incidence of superior etremity fractures in children at Ibnu Sina hospital Makassar 2017-2022 Nurul Azizah An’naajiyyah; Jufri Latief; Evi Sulviani Gusnah; Dhedie Prasatia Sam; Ana Meliyana
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 01 (2024): Jurnal eduHealt, Edition January - March, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A fracture is a disruption in the integrity of bone tissue typically resulting from external force. The upper extremity comprises five components: the shoulder, upper arm, forearm, wrist, and hand. Among these five locations, the upper arm, specifically the humerus, is the site where fractures occur most frequently, accounting for 15% of cases. This study aimed to ascertain the frequency of upper limb fractures in pediatric patients at Ibnu Sina Hospital Makassar from 2017 to 2022. The study employed descriptive methodologies with a cross-sectional design, utilizing secondary data extracted from medical records that satisfied the predefined inclusion criteria. This investigation was undertaken at Ibnu Sina Hospital Makassar from January 2017 to June 2022. The research data was acquired via direct documentation of information extracted from medical records. This study comprised a sample of 47 participants. The findings indicate that a significant proportion of the research participants were between the ages of 6 and 18 (93.62%), predominantly male (59.57%), with humerus fractures being the most common type (40.42%), and the majority of fractures being closed (89.36%).
PERBANDINGAN MODALITAS RADIOLOGI DALAM DIAGNOSIS PENYAKIT GAGAL JANTUNG KONGESTIF (CONGESTIVE HEART FAILURE/CHF) : TINJAUAN LITERATUR Ananda Hikmal Akbari; Wisudawan; Ana Meliyana
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 22 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/e45evv95

Abstract

Latar Belakang: Gagal Jantung Kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan sindrom klinis kompleks dengan prevalensi dan beban morbiditas yang terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Diagnosis CHF sering terkendala oleh gejala yang tidak spesifik, sehingga pemeriksaan pencitraan radiologi memegang peran penting dalam menegakkan diagnosis, menilai fungsi jantung, menentukan etiologi, serta memantau respons terapi. Berbagai modalitas radiologi tersedia, masing-masing dengan kelebihan dan keterbatasan. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka (literature review) menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah, buku teks, dan e-book yang dipublikasikan pada periode 2015–2025. Penelusuran dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, SpringerLink, ProQuest, dan ResearchGate. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara naratif untuk membandingkan performa diagnostik berbagai modalitas radiologi dalam diagnosis CHF. Hasil: Hasil telaah menunjukkan bahwa ekokardiografi tetap menjadi modalitas lini pertama karena ketersediaan dan efisiensinya, meskipun memiliki keterbatasan akurasi terutama pada 2D-ekokardiografi. Cardiac Magnetic Resonance (CMR/MRI) merupakan standar emas untuk evaluasi fungsi dan karakterisasi jaringan miokard. Cardiac CT berkembang sebagai alternatif untuk evaluasi anatomi koroner dan fibrosis. Foto toraks (CXR) berperan sebagai skrining awal, sementara Dynamic Chest Radiography (DCR) dan penerapan kecerdasan buatan menunjukkan potensi sebagai metode non-invasif tambahan. Kesimpulan: Diagnosis CHF memerlukan pendekatan multimodalitas radiologi. Pemilihan modalitas harus disesuaikan dengan tujuan klinis, ketersediaan fasilitas, dan kondisi pasien untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan optimal.