Nur Indah Sholikhati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Identitas Budaya Banyumasan melalui Dimensi Tekstualitas pada Majalah Ancas: Kajian Analisis Wacana Kritis Nur Indah Sholikhati; Yulianti, Uki Hares; Erna Wardani
CARAKA Vol 11 No 1 (2024): Desember
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v11i1.18430

Abstract

Majalah Ancas merupakan majalah berbahasa Banyumasan yang diterbitkan atas prakarsa para sastrawan dan budayawan di Banyumas. Dalam analisis ini akan difokuskan pada wacana Rubrik Wigati. Rubrik Wigati merupakan rubrik paling penting di Majalah Ancas karena memuat artikel berupa berita atau informasi penting seputar wilayah Barlingmascakeb. Tujuannya untuk membedah representasi identitas budaya Banyumasan melalui konstruksi bahasa yang digunakan di dalam wacana rubrik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teori pendekatan wacana kritis Norman Fairclough. Data penelitian ini berupa data tulis dan data lisan dari metode studi pustaka dan wawancara. Penelitian ini menggabungkan dua metode analisis data, yaitu metode padan dan metode agih. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, dalam pengonstruksian wacana pada Rubrik Wigati menunjukkan adanya penyusunan kosakata berulang/berlebih, pemanfaatan metafora, penggunaan pronominal inyong rika kabeh secara berdampingan dalam dimensi tekstual. Selain itu, dalam praktik kewacanaan, ditemukan bahwa adanya tujuan atau visi khusus diterbitkannya majalah yang menggunakan bahasa Banyumasan tersebut. Hal ini menunjukkan adanya pembentukan dan pemertahanan identitas budaya Banyumasan agar tidak tergerus oleh masa.
TINGKAT KESIAPAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM MERENCANAKAN PEMBELAJARAN DRAMA DI KELAS XI SMA NEGERI DI PURBALINGGA Rianti, Sri Hari; Memet Sudaryanto; Nur Indah Sholikhati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.38459

Abstract

Drama memiliki peran strategis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena membantu pengembangan keterampilan berbahasa, kreativitas, serta pembentukan karakter siswa. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran drama di tingkat SMA belum optimal, terutama terkait kesiapan guru dalam merancang pembelajaran. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, guru diharuskan adaptif dalam menyusun perangkat ajar, memilih media, dan mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kesiapan guru Bahasa Indonesia dalam merencanakan pembelajaran drama di kelas XI SMA Negeri Kabupaten Purbalingga tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif karena mampu memberikan gambaran objektif mengenai kondisi aktual melalui pengolahan data angka. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup skala Likert yang disusun berdasarkan lima indikator utama: tujuan pembelajaran, materi, sumber belajar, kegiatan, dan penilaian. Instrumen divalidasi melalui expert judgment menggunakan indeks Aiken. Selain angket, dokumentasi perangkat ajar dianalisis untuk melihat kesesuaian antara persepsi guru dan bukti administratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru menilai diri mereka cukup siap dalam menetapkan tujuan, memilih materi, merancang kegiatan, menentukan media, dan menyusun penilaian, terlihat dari dominannya respons positif. Namun, analisis dokumentasi mengungkapkan bahwa kelengkapan modul ajar, media, LKPD, dan instrumen penilaian belum sepenuhnya memenuhi standar. Beberapa komponen penting, seperti perumusan capaian pembelajaran, indikator, dan rubrik penilaian, masih perlu diperjelas.Dapat disimpulkan bahwa kesiapan guru berada pada kategori cukup siap, tetapi masih memerlukan peningkatan terutama dalam aspek teknis penyusunan perangkat ajar dan pemahaman kurikulum. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional guru untuk mendukung efektivitas pembelajaran drama di SMA.