Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penggunaan Pasir Campuran Lempung Sebagai Perkerasan Jalan Tambang Di Pt Belengkong Mineral Resources Rayhan Fhadillah, Muhammad; Winarno , Agus; Oktaviani , Revia; Trides, Tommy; Nugroho , Windhu
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 9 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i9.515

Abstract

Dalam proses penambangan di tambang terbuka, jalan angkut pasti akan diperlukan untuk mempermudah pada pengangkutan. Jalan angkut memegang peranan yang sangat penting dalam siklus operasi produksi penambangan. Kualitas jalan angkut akan menjadi faktor penentu dalam pencapaian target produksi, juga dipengaruhi oleh produktivitas alat. Untuk mengetahui daya dukung beban kendaraan yang melintas pada lapisan perkerasan dan pondasi perlu diperhatikan permukaan jalan dengan gesekan antara roda kendaraan yang melintas, permukaan jalan tidak mengalami penaikan dan penurunan permukaan jalan. Alat angkut terbesar yang melewati jalan berupa Hino FM 260 JD dengan total berat unit dan muatan 84000 lb atau 42 ton dan asumsi distribusi berat pada bagian front axle sebesar 30% dan rear axle sebesar 70%. Sehingga Hino FM 260 JD memiliki beban roda sebesar 14700 lb atau 7,35 ton. Berdasarkan hasil plotting pada grafik diperoleh ketebalan masing-masing struktur lapisan jalan maka rekomendasi perencanaan struktur menggunakan sampel Clay R30% dengan nilai CBR 36,87 % untuk lapisan permukaan pada tebal 8,5 inchi ; untuk lapisan pondasi atas menggunakan sampel Clay R40% dengan nilai CBR 32,11 % pada tebal 9 inchi dan untuk lapisan pondasi bawah menggunakan sampel Clay R50% dengan nilai CBR 29,31 % pada tebal 9,5 inchi.
Analisis dan Rekomendasi Geometri Lereng Highwall Berdasarkan Pengeboran Geoteknik Pada Area Pit MMM Site PT. Baramulti Suksessarana Kab. Kutai Kartanegara Arie, Arie Prasetya; Oktaviani , Revia; Winarno , Agus; Trides , Tommy; Pontus , Albertus Juvensius
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 2 (2025): Dewantara Journal of Technology Volume 5 Nomor 2
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i2.303

Abstract

Ilmu geoteknik selalu akan berhubungan dengan material alam, baik dari permukaan maupun dari dalam bumi, dalam bentuk tanah dan batuan. Dalam proses penambangannya, PT. Baramulti Suksessarana melakukan proses penambangan dengan metode tambang terbuka (open pit). Pada penambangan secara tambang terbuka (open pit), sudut kemiringan adalah satu faktor utama yang mempengaruhi bentuk dari final pit dan lokasi dari dinding-dindingnya. Kemiringan dan tinggi suatu lereng sangat mempengaruhi stabilitas lereng, semakin besar sudut dan tinggi suatu lereng, maka stabilitas lerengnya semakin kecil. Oleh karena itu untuk menjaga kestabilan lereng yang aman maka diperlukan kajian geoteknik untuk mengoptimalisasi geometri lereng bukaan tambang serta timbunan yang telah direncanakan oleh pihak perusahaan. Pengeboran geoteknik adalah pengeboran inti (core drilling) yang bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang kondisi batuan yang dibor. Persyaratan utama dalam pengeboran geoteknik adalah mendapatkan inti bor yang utuh, dengan recovery yang maksimal (jika mungkin Recovery > 90%). Untuk mendapatkan data geoteknik yang valid dan representatif bagi suatu tambang atau rencana pengembangan suatu tambang, penentuan rencana titik bor dan kedalaman pengeboran serta pencapaian Core Recovery yang tinggi adalah hal yang sangat penting. Di samping itu, rencana penambangan (Pit Plan) yang mencakup luas, bentuk, dan kedalaman bukaan tambang juga harus menjadi pertimbangan dalam penentuan titik bor geoteknik. Semua lapisan batuan yang akan membentuk lereng bukaan tambang harus terwakili oleh titik bor geoteknik yang akan dilakukan.