Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Makna Filsafat Dan Nilai Kebijaksanaan Lokal Dalam Tradisi Hujan Nabilla Khoiriyati, Hesti; Diah Wijayanti, Kenfitria; Ajeng Rahadini, Astiana
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 3 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i3.637

Abstract

Penelitian ini menjelaskan makna filosofis dan nilai hikmah dalam hujan tradisi dhawet yang dapat dikaitkan dengan materi pembelajaran bahasa jawa di SMA. Penelitian ini dilakukan di Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali , Provinsi Jawa Tengah. Selain itu juga dilakukan penelitian di SMA Negeri 3 Boyolali untuk disesuaikan dengan materi pembelajaran khususnya materi teks ekspositori. Penelitian yang saya gunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif untuk mengetahui keadaan sebenarnya pada saat penelitian berlangsung. Jadi mudah untuk menemukan data yang obyektif. Dhata yang akan dibawa seperti prosesi adat , apa makna filosofisnya, dan apa nilai kearifan lokal yang terkandung dalam hujan tersebut. ketat tradisi . Sumber data dilakukan dengan wawancara. Subyek penelitian diambil dengan menggunakan teknik snowball sampling, pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Validasi data menggunakan triangulasi sumber dengan cara wawancara kepada tokoh masyarakat di Desa Banyuanyar , Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali , guru bahasa Jawa di SMA Negeri 3 Boyolali , dan siswa kelas X di SMA Negeri 3 Boyolali . Selain itu, terdapat triangulasi teori dengan menggunakan jurnal penelitian yang sesuai. Analisis data menggunakan teori Miles & Huberman. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan urutan prosesi, makna filosofis dan nilai kearifan lokal dalam hujan tradisi dhawet dan juga dapat dikaitkan dengan bahan ajar bahasa jawa di SMA. Selain itu ada implikasi pedagogis dan praktis.
Perwujudan Kesantunan Berbahasa Jawa dalam Interaksi antara Dosen dan Mahasiswa di Prodi Pendidikan Bahasa Jawa Ajeng Rahadini, Astiana; Dwi Lestari, Winda
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 12 No. 1 (2024): Sutasoma
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/0kc2r492

Abstract

Language politeness is important in the communication process. Language politeness will make speakers and speech partners comfortable communicating so that the purpose of communication can be achieved. Javanese language has its own politeness parameter. This study aims to describe the form of Javanese language politeness between lecturers and students in the Javanese Language Education study program at FKIP Sebelas Maret University and the causes of the emergence of language impoliteness. The research method used is descriptive qualitative with observation technique. The data used are speeches between lecturers and students in academic activities in the Javanese Language Education Study Program FKIP UNS. The research was conducted for one semester with the object of the research being students of semester I, III, V, and VII in 2023. The results showed that: 1) The form of politeness in Javanese language of lecturers is represented in declarative mode or in the form of news sentences, interrogative mode or in the form of question sentences, and imperative mode or in the form of command sentences which represent the types of representative, directive, expressive, and commissive speech acts. Meanwhile, the students' Javanese politeness is represented in declarative mode or news sentences, interrogative mode or question sentences, and imperative mode or command sentences that represent the types of directive and expressive speech acts. In addition, the use of ngoko alus is also used in the lecturer's speech to students as a form of respect while the Javanese language used by students to lecturers is krama inggil. 2) The level of language politeness of students to lecturers is influenced by factors of understanding of Javanese ethics and mastery of the maxims of Javanese politeness, especially mastery of Javanese language.