Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektifitas dan Efisiensi dalam Job Description Kepanitian Idul Adha Masjid Jogokariyan 1441 H Mawehda, Mawehda; Rizky, M.
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v2i1.15

Abstract

Job Description Eid al-Adha Committee 1441 H Jogokariyan Mosque Abstrac: This research focuses on job descriptions in the Eid al-Adha 1441 H Jogokariyan Mosque committee. The aim of this research is to describe the authority and responsibility, conditions, standards and machines used in each job to make the implementation of the 1441 H Jogokariyan Mosque sacrifice a success. The method used in this research is library or literature study by collecting credible documents and references, then the analysis was carried out using Garry Dessler’s Job description theory approach. The results of the research show that the Eid al-Adha 1441H committee has 16 types of work including: Cow hunting team, animal slaughtering team, consumption team, first aid team, personnel & K3 team, media team, progress report & documentation, offal processing team, shohibul wrapping team, Bone cutting team, Meat weighing & cutting team, Cow & goat straddling team, Cow lifting team, Live cattle weighing team, Cow herding team, Cow & goat drumming team. Each team that is formed has a specific explanation of authority and responsibility according to the needs and conditions of the objective of completing the slaughter of 44 cows and 39 goats, effective and efficient work standards with the use of sophisticated machines so that all the meat is ready to be distributed at 12:10 from 08:00 :00, and the distribution process of 4,750 packs was completed before sunset on the same day. Keywords: Job description, Eid al-Adha committee, Jogokariyan Mosque
Pelatihan Masjid - Empat Pilar Masajidallah: Analisis Produk Perspektif Kotler & Keller Mawehda, Mawehda
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i1.37

Abstract

Pelatihan Kemasjidan memiliki peranan dalam meningkatkan peran dan kontribusi masjid untuk memakmurkan umat. Sehingga dibutuhkan produk Pelatihan Kemasjidan yang mampu menjawab kebutuhan/masalah Masjid. Artikel ini bertujuan menggambarkan dan menganalisis Pelatihan Masjid - Empat Pilar Masajidallah pada Masjid Enterprise yang telah berhasil mengajak lebih dari 1.000 pengelola masjid di seluruh Indonesia. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif, kajian bersifat induktif dengan menggunakan data pustaka dari berbagai sumber yang relevan dan analisis dilakukan menggunakan pendekatan teori produk Philip Kotler dan Kevin Lane Keller. Hasil penelitan menunjukkan Pelatihan Masjid - Empat Pilar Masajidallah pada Masjid Enterprise, memperhatikan lima tingkatan produk dalam merancang design pelatihan yang melingkupi: Core benefit, Basic product, Expected product, Augmented product, dan Potential product. Pelatihan Masjid Empat Pilar telah memenuhi indikator kualitas produk, yakni: (1) Memiliki format pelatihan efektif dan efisien; (2) Banyak penawaran fitur istimewa; (3) Alumni pelatihan mampu melakukan transformasi Masjid Empat Pillar: Baitudda’wah, Baitulqur’an, Baitulmaal, dan Baitulmuamalah; (4) Kesesuaian design pelatihan yang melingkupi materi, metode, media dalam mewujudkan core benefit; (5) Perumusan design pelatihan melalui proses organic dan telah diuji oleh funder Masjid Enterprise; (6) Design pelatihan dengan konsep Masjid Empat Pilar memiliki nilai yang bersifat life time; (7) Kemudahan dalam bertanya, memberikan saran, dan konsultasi.
Penjatuhan Sanksi Terhadap Bani Quraizah: Analisis Gaya Manajemen Konflik Nabi Muhammad Perspektif Thomas-Khilmann Mawehda, Mawehda
INTELEKSIA: Jurnal Pengembangan Ilmu Dakwah Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : STID Al-Hadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/inteleksiajpid.v7i2.385

Abstract

Sejarah kenabian tidak hanya merekam ajaran teologis, tetapi juga praktik kepemimpinan, pengambilan keputusan politik, serta pengelolaan konflik sosial Nabi Muhammad saw dalam konteks historis tertentu. Pemahaman sejarah yang kritis dan kontekstual menjadi penting agar dakwah Islam tidak direduksi menjadi doktrin ahistoris yang terlepas dari realitas sosial. Salah satu episode sejarah yang paling sering diperdebatkan adalah penjatuhan sanksi terhadap Bani Quraizah pasca Perang Khandaq, yang kerap direpresentasikan sebagai tindakan kekerasan dalam wacana kontemporer. Kajian terdahulu cenderung bersifat deskriptif-historis, historis-kritis, atau normatif-apologetik, belum banyak yang menganalisis peristiwa ini melalui kerangka teori manajemen konflik modern. Penelitian ini bertujuan mereintepretasi peristiwa tersebut menggunakan pendekatan Gaya Manajemen Konflik Thomas-Khilmann. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, analisis dilakukan menggunakan sumber klasik seperti Sirah Ibn Ishaq, Tarikh al-Tabari, serta literatur sejarah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjatuhan sanksi terhadap Bani Quraizah bukan tindakan represif tunggal, melainkan bagian dari proses manajemen konflik yang bertahap dan cenderung bersifat collaborating dan compromising melalui perjanjian dan mekanisme arbitrase. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi teori manajemen konflik modern dalam kajian Islam untuk memperkuat narasi dakwah yang kontekstual, rasional dan berkeadaban.