Winata, Elisabeth Heidi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROPORSI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN ULKUS DIABETIKUM DI RS HERMINA KEMAYORAN Winata, Elisabeth Heidi; Halim, Samuel
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.27281

Abstract

Diabetes adalah sebuah penyakit metabolik yang banyak terjadi. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada diabetes melitus berupa ulkus kaki diabetikum, di mana komplikasi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Masalah utama yang ingin diketahui berupa proporsi pasien diabetes yang memiliki ulkus kaki diabetikum, sehingga diharapkan informasi ini dapat menambahkan pengetahuan mengenai prevalensi ulkus diabetikum dan komplikasi ini dapat dicegah. Desain penelitian berupa metode deskriptif dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasi sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua pasien diabetes melitus yang memiliki ulkus diabetik di RS Hermina Kemayoran, sedangkan sampelnya berupa pasien diabetes melitus dengan komplikasi ulkus diabetik di RS Hermina Kemayoran yang termasuk dalam kriteria inklusi. Metode sampling yang dipakai adalah Consecutive Sampling. Variabel penelitian ini adalah adanya ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus dilihat dari kadar HbA1c pasien. Alat untuk mengumpulkan data berupa rekam medis di Rumah Sakit Hermina. Metode analisis data menggunakan aplikasi SPSS untuk melihat frekuensi dan rata-rata dari data yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah terdapat 14,4% pasien diabetes melitus dengan persentase HbA1c yang tidak terkontrol yang berkomplikasi pada ulkus diabetikum. Sedangkan hanya 11,1% pasien diabetes melitus dengan persentase HbA1c terkontrol yang berkomplikasi pada ulkus diabetikum. Dari penelitian yang sudah dilakukan didapatkan prevalensi ulkus diabetikum lebih banyak terjadi pada pasien dengan kadar HbA1c yang tidak terkontrol sehingga kadar HbA1c perlu lebih diperhatikan agar komplikasi dapat dicegah.
MASTEKTOMI SUBKUTAN PADA GINEKOMASTIA BILATERAL : LAPORAN KASUS Winata, Elisabeth Heidi; Purnomo, Adi; Purnomo, Yonathan Adi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54060

Abstract

Ginekomastia merupakan suatu kondisi di mana terdapat pembesaran payudara pada pria. Mastektomi subkutan pada pasien dengan ginekomastia sangat jarang dilakukan dan jarang dipublikasikan hingga saat ini. Pada laporan kasus ini didapatkan seorang pria berusia 18 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan adanya pembesaran jaringan payudara pada kedua payudara disertai nyeri dengan Numeric Rating Scale (NRS) 3. Pembesaran jaringan payudara dirasakan sejak pasien berusia 14 tahun. Keluhan serupa sebelumnya disangkal. Hasil pemeriksaan fisik thorax ditemukan adanya pembesaran jaringan payudara pada kedua payudara dengan ukuran 5x6x3 cm pada payudara kanan dan 5x5x3 cm pada payudara kiri yang berbatas tidak tegas dan terdapat nyeri tekan. Pemeriksaan rontgen thorax dengan proyeksi AP/PA dan pemeriksaan laboratorium darah rutin dalam batas normal. Tatalaksana pasien ini berupa mastektomi subkutan. Mastektomi subkutan merupakan suatu prosedur operasi yang dilakukan pada ginekomastia, di mana jaringan payudara diambil tanpa menghilangkan puting dan areola. Hasil dari pemeriksaan Patologi Anatomi didapatkan adanya kesan ginekomastia. Setelah dilakukan prosedur mastektomi subkutan, payudara pasien tersebut menjadi seperti payudara pria pada umumnya. Dari teori yang didapatkan, ginekomastia merupakan suatu kelainan berupa pembesaran payudara pada pria yang dapat terjadi akibat adanya kelebihan kadar estrogen yang bersirkulasi jika dibandingkan dengan kadar testosteron. Jadi, sebagai kesimpulan, ginekomastia bilateral pada pria remaja merupakan kasus yang jarang terjadi, dan operasi mastektomi subkutan merupakan operasi yang jarang dilakukan.