Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INTERVENSI HIPNOTERAPI UNTUK MENGURANGI NYERI PADA LUKA BAKAR : TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Bungaria, Sri; Maraksa, Deddy Wandra; Tanjung, Dudut
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28401

Abstract

Nyeri luka bakar ini merupakan sensasi yang tidak menyenangkan akibat kerusakan pada jaringan kulit. Nyeri yang tidak dapat tertangani dengan baik dapat menimbulkan disabilitas pada pasien hingga menjadi risiko infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi nyeri pada pasien luka bakar. Tinjauan literatur sistematis yang berfokus pada intervensi Hypnotherapy dalam mengurangi nyeri,  Enam basis data yang ditelusuri dari situs Proquest, ScienceDirect, CINAHL, Pubmed, Google Scholar, SpringerLink dari tahun 2017-2023, dan seluruh artikel telah dievaluasi sesuai relevansi dan kualitas penelitian. Terdapat 15 Artikel telah dianalisis sesuai dengan karakteristik, intervensi, instrument yang digunakan adalah Numeric Rating Scale yang digunakan dalam menentukan skala nyeri pada pasien luka bakar, dan tujuan penelitian dari 6 artikel bereputasi internasional dan 9 Nasional. Studi sistematik literature review ini signifikan menghasilkan kesimpulan bahwa terapi komplementer hypnoterapi efektif dalam mengurangi nyeri pada pasien luka bakar. Intervensi hipnoterapi bermanfaat dalam mengurangi nyeri luka bakar.
Asuhan Keperawatan pada Tn.S dengan Gangguan Sistem Musculoskeletal; Fraktur Humerus Proksimal di Rumah Sakit Haji Adam Malik, Medan Bungaria, Sri; Tanjung, Dudut; E, Edianto; Afriani, Dina; Hanim, Saodah
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 12 (2025): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14561010

Abstract

Background; Proximal humeral fractures (PHF) are one of the most common fractures in adults, with prevalence ranging from 4% to 10% of all fractures. These fractures are often caused by low energy trauma such as falls from a standing position or medical conditions such as osteoporosis. Treatment of PHF can be conservative or surgical, depending on the type and severity of the fracture. Untreated complications can lead to joint stiffness and worsen the patient's quality of life. Therefore, the role of nurses in supporting patient self-care is very important, especially in providing appropriate education and interventions. Objective; This study aims to provide nursing care to patients with PHF who experience immobilization. Methods: This study used a case report design that analyzed a 44-year-old male patient with a diagnosis of neglected proximal humeral fracture and metatarsal fracture. Nursing diagnoses found include acute pain, impaired physical mobilization, and impaired skin integrity. Interventions include pain management with analgesic administration, physical mobilization support, and skin integrity care. Results; The results of nursing planning showed increased physical mobility and pain reduction after 3x24 hours, as well as improved skin integrity after two meetings. Conclusion; This nursing care shows the importance of the nurse's role in providing education to patients and families to support post-fracture recovery.
Hubungan pengetahuan dengan sikap tentang proteksi radiasi perawat kamar operasi dan kateterisasi jantung Bungaria, Sri; Tarigan, Mula; Sitohang, Nur Asnah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2240

Abstract

Background: Nurses working in operating rooms and cardiac catheterization units may be exposed to radiation exceeding threshold levels, which can have serious health impacts. Knowledge of radiation protection forms the basis for attitudes and implementation of radiation safety practices to anticipate the hazards and impacts of radiation. Purpose:To analyze the relationship between knowledge and attitudes regarding radiation protection among operating room and cardiac catheterization nurses. Method: This study used a quantitative approach with a correlational design. A sample of 43 operating room and cardiac catheterization nurses at Royal Prima General Hospital (RSU) in Medan City was selected using a total sampling technique, and data collection used the Health Professional Knowledge of Radiation Protection (HPKRP) questionnaire and an attitude questionnaire regarding radiation protection. Data analysis was performed using the Spearman Rank test to analyze the relationship between knowledge and attitudes regarding radiation protection. Results: Knowledge regarding radiation protection was categorized as sufficient (69.8%), with attitudes categorized as good (97.7%). There was a positive relationship between knowledge and attitudes (p = 0.001) with an r value of 0.474, indicating that knowledge is significantly related to nurses' attitudes regarding radiation protection. Conclusion: Operating room and cardiac catheterization nurses require structured and ongoing educational interventions to improve occupational safety, reduce the risk of radiation exposure, and improve the quality of healthcare. Suggestion: Operating room and cardiac catheterization nurses require structured and ongoing educational interventions to improve occupational safety, reduce the risk of radiation exposure, and improve the quality of healthcare.   Keywords: Attitudes; Cardiac Catheterization; Knowledge; Operating Room Nurses; Radiation Protection.   Pendahuluan: Perawat yang bekerja di unit kamar operasi dan kateterisasi jantung dapat terpapar radiasi melebihi ambang batas dengan dampak yang serius terhadap kesehatannya. Pengetahuan tentang perlindungan radiasi menjadi dasar bersikap dan melaksanakan praktik keselamatan radiasi untuk mengantisipasi bahaya dan dampak radiasi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang proteksi radiasi perawat kamar operasi dan kateterisasi jantung Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel sebanyak 43 perawat kamar operasi dan kateterisasi jantung di Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima di Kota Medan. Sampel dipilih dengan teknik total sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner Healthcare Professional Knowledge of Radiation Protection (HPKRP) serta kuesioner sikap tentang perlindungan radiasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan sikap tentang proteksi radiasi. Hasil:Tingkat pengetahuan tentang perlindungan radiasi pada kategori cukup (69.8%) dengan kategori sikap pada ketegori baik (97.7%). Terdapat hubungan hubungan positif antara pengetahuan dengan sikap (p= 0.001) dengan nilai r= 0.474 yang bermakna pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan sikap perawat dalam perlindungan radiasi. Simpulan: Perawat kamar operasi dan kateterisasi jantung memerlukan intervensi pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan kerja, menurunkan risiko paparan radiasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Saran: Perawat kamar operasi dan kateterisasi jantung memerlukan intervensi pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan kerja, menurunkan risiko paparan radiasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.   Kata Kunci: Kateterisasi Jantung; Pengetahuan; Perawat Kamar Operasi; Proteksi Radiasi; Sikap.