Nasution, Annisa Zahra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERIAN DIET TINGGI KALORI TINGGI PROTEIN RENDAH SERAT PADA PASIEN DEWASA DENGAN GASTROENTERITIS AKUT, HIV DAN DIARE AKUT Nasution, Annisa Zahra; Radana, Vemberian Zetia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28769

Abstract

Gastroenteritis akut (GEA) adalah suatu peradangan pada permukaan mukosa lambung yang akut dengan tanda dan gejalanya adalah diare. Infeksi gastroenteritis lebih berisiko pada seseorang yang memiliki daya tahan tubuh lemah karena kondisi tertentu, seperti HIV/AIDS. HIV adalah virus yang dapat menyerang dan menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia sehingga menyebabkan munculnya kumpulan berbagai gejala penyakit yang disebut AIDS. Kondisi GEA yang disertai dengan HIV/AIDS membuat tubuh manusia menjadi lemah akibat kekurangan cairan dan nutrisi. Studi kasus ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran secara jelas mengenai asuhan gizi klinis pada pasien dengan diagnosis medis Gastroenteritis (GEA), HAD/HIV, dan diare akut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus yang dilakukan pada populasi yakni satu pasien rawat inap Rumah Sakit X di Kota Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data diantaranya data rekam medis pasien (pemeriksaan antropometri, biokimia, dan fisik klinis), 24 hour food recall, dan food weighing. Berdasarkan hasil pengamatan dan intervensi selama 3 hari dengan pasien, didapati hasil bahwa pasien telah mencapai target yang ditetapkan untuk mencukupi kebutuhan hariannya sesuai dengan penyakit yang diderita. Meskipun asupan makan pasien telah membaik, namun pemberian makan kepada pasien tergolong fluktuatif. Maka dari itu, pemberian diet TKTP RS telah disesuaikan dengan kondisi untuk mencegah keparahan masalah penyakit pasien. Diharapkan perkembangan kondisi pasien dapat membaik setelah keluar rumah sakit dan pasien dapat terus menerapkan asuhan gizi yang telah diberikan kepada pasien.
UJI VALIDITAS DAN RELIABITAS LOW ENERGY AVAILABILITY IN FEMALE QUESTIONNAIRE Zetia, Vemberian; Nasution, Annisa Zahra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29081

Abstract

Kondisi fisik optimal sangat penting bagi atlet untuk mempertahankan performa dan bertanding secara efektif. Pemenuhan kebutuhan nutrisi yang seimbang adalah kunci untuk menjaga kondisi fisik dan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, jika kebutuhan nutrisi harian tidak terpenuhi, atlet dapat mengalami ketersediaan energi yang rendah atau low energy availability (LEA). Masalah ini khususnya berdampak serius pada atlet perempuan, karena LEA dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti gangguan menstruasi, perubahan metabolik, dan hormonal. Instrumen yang diuji pada penelitian ini adalah instrumen Low Energy Availability in Female Questionnaire (LEAF-Q). Instrumen LEAF-Q digunakan untuk mengetahui adanya resiko kekurangan energi pada atlet perempuan. Sampel pada penelitian ini yakni atlet perempuan aktif dengan cabang olahraga basket, voli, tennis, dan renang di Kota Surabaya. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan sebanyak 30 atlet dengan menggunakan teknik purposive sampling. Uji validitas dilakukan pada instrumen LEAF-Q menggunakan SPSS 26 dan didapati hasil rentang r hitung -0,101 sampai 0,664. Sedangkan hasil pengujian uji reliabilitas dari LEAF-Q dengan tingkat signifikan 0,6 sehingga didapat nilai cronbach’s alpha sebesar 0,672. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa uji validitas dari LEAF-Q pada sampel yakni terdapat 13 item pertanyaan yang dinyatakan valid dan 10 diantaranya dinyatakan tidak valid. Hasil uji reliabilitas didapatkan sebesar 0,672 > 0,6 dimana instrumen tersebut dapat dinyatakan konsisten atau reliabel. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka diharapkan pada instrumen LEAF-Q dapat diuji kembali dengan jumlah sampel yang lebih banyak hingga nilai uji validitas dan reliabilitas menjadi lebih baik.