Putri, Ailsa Eka Luthfiandrea
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE HIRARC PADA PEKERJAAN PEMOTONGAN BESI Putri, Ailsa Eka Luthfiandrea; Rupiwardani, Irfany; Subhi, Misbahul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.29734

Abstract

Kejadian kecelakaan kerja di Indonesia berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan tahun 2023 sebanyak 347.855 kasus dari pekerja penerima upah, 19.921 kasus dari pekerja bukan penerima upah dan 2.971 kasus dari pekerja jasa konstruksi. Tingginya angka kecelakaan kerja dapat disebabkan oleh kecerobohan atau kurangnya penerapan keselamatan dalam bekerja. Pekerjaan dengan risiko tinggi seperti pekerjaan las potong atau oxy-cutting berisiko menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja seperti tergores, tertusuk, tertimpa, terkena percikan api dan lain sebagainya. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi bahaya, mengidentifikasi tingkat risiko dan menganalisis pengendalian risiko. Metode yang digunakan yaitu metode HIRARC. Metode ini dipiilih karena mendetail pada setiap proses kerja sehingga pengendalian akan lebih spesifik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini berjumlah 38 orang dengan metode pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian yaitu kuesioner, lembar observasi, lembar rekapitulasi, alat tulis, kamera dan APD peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pekerjaan pemotongan besi teridentifikasi 59 potensi bahaya. Penilaian tingkat risiko didapati tingkat low risk 13,6%, moderate risk 59,3% dan high risk  27,1%. Pengendalian risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan pemotongan besi diantaranya dengan eliminasi, substitusi, rekayasa teknik, adminitratif dan penggunaan APD. Risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan pemotongan besi di Pasar Besi X dapat dicegah dengan melaksanakan rekomendasi pengendalian risiko sesuai dengan hierarki pengendalian risiko, serta tersedianya alat penunjang keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerjaan yang terpapar panas api seperti APAR, Hydrant dan Kotak P3K.