Perdarahan pascasalin didefinisikan sebagai kehilangan 500 mL darah setelah selesainya kala tiga persalinan. Perdarahan pascasalin merupakan penyebab kematian maternal yang penting meliputi hampir 1/4 dari seluruh kematian maternal di seluruh dunia. Faktor resiko terjadinya perdarahan ada banyak, salah satunya ialah anemia. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik case-control. Data diambil dari rekam medis pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 144, yang bagi menjadi sampel kasus dan kontrol dengan perbandingan 1:1. Sampel kelompok kasus dalam penelitian ini adalah ibu bersalin dengan perdarahan pascasalin primer dan sampel kelompok kontrol adalah ibu bersalin yang tidak mengalami perdarahan pascasalin primer. Sampel dalam penelitian ini mengikuti jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data bivariat menggunakan Chi-Square. Dari 144 sampel terdapat 72 yang mengalami perdarahan dan 72 tidak mengalami perdarahan. Dari 72 yang mengalami perdarahan terdapat 62 ibu yang anemia. Sedangkan dari 72 yang tidak mengalami perdarahan hanya terdapat 6 orang ibu yang anemia. Hasil analisis bivariat didapatkan nilai p=0,000 (<0,05) yang artinya ada hubungan anemia dalam kehamilan dan kejadian perdarahan pascasalin primer. Uji Risk Estimate didapatkan nilai odds ratio (OR) 68,2 yang berarti ibu bersalin dengan anemia beresiko mengalami perdarahan pascasalin primer 68.2 kali dibanding dengan ibu tanpa anemia. Untuk Confidence Interval didapatkan [CI 95% 3.871-12.405] berarti peneliti 95% yakin besar resiko untuk ibu bersalin dengan anemia untuk mengalami perdarahan pascasalin primer adalah antara 23.397-198.797 kali dari mereka yang tidak anemia. Disimpulkan terdapat hubungan antara anemia dalam kehamilan dan kejadian perdarahan pascasalin primer.