Martua Reynhat Sitanggang Gusar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pelaksanaan Kampus Mengajar Angkatan 6 di SD Negeri 091257 Gunung Hataran Kabupaten Simalungun Apriani Sijabat; Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Marthin Fransisco Manihuruk; Anita Debora Simangunsong; Fine Eirine Siahaan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i3.886

Abstract

Program Kampus Mengajar merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah mitra khususnya daerah terpencil melalui partisipasi aktif mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan dari perguruan tinggi. Saat ini program kampus mengajar sudah memasuki Angkatan ke 6 (KM6). Program ini melibatkan kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah mitra dan dinas pendidikan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik bagi anak-anak di sekolah penugasan. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat melalui program kampus mengajar memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Melalui pengalaman mengajar di sekolah penugasan, mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam dunia nyata dan menjadi agen perubahan dalam sistem pendidikan. Kegiatan Pengabdian KM 6 ini dilakukan di kabupaten Simalungun yaitu di SD Negeri 091257 Gunung Hataran yang dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2023. Program Kampus Mengajar 6 ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah mitra dan menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Ruang lingkup kegiatan KM6 ini mencakup pembelajaran di semua mata pelajaran yang berfokus literasi dan numerasi, adaptasi teknologi, dan bantuan administrasi manajerial sekolah. Adapun implementasi dari KM6 ini yaitu bahwa Program KM 6 yang telah dirancang seperti peningkatan literasi dan numerasi, adaptasi teknologi,program kerja pelestarian lingkungan serta pengelolaan administrasi perpustakaan, semuanya  dapat terlaksana dengan baik di sekolah penugasan dan program ini rencananya akan diteruskan pihak sekolah meskipun tim KM 6 sudah selesai melaksanan tugasnya.
Representasi Realitas Sosial dalam Novel “Orang-Orang Biasa” Karya Andrea Hirata: Kajian Mimetik: Representation of Social Reality in Andrea Hirata’s Novel Orang-Orang Biasa: A Mimetic Study Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Manik, Joice Agata; Emelia Hanada Br Sembiring; Kristina Purba
Boraspati Journal: Journal of Bilingualism, Organization, Research, Articles, Studies in Pedagogy, Anthropology, Theory, and Indigenous Cultures Vol. 3 No. 1 (2026): VOLUME 3 NUMBER 1 FEBRUARY 2026
Publisher : PT. Batak Story Pedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64674/boraspatijournal.v3i1.30

Abstract

Fenomena ketimpangan sosial, keterbatasan akses pendidikan, dan kemiskinan struktural masih menjadi realitas yang kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan kerap direpresentasikan melalui karya sastra. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi realitas sosial dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata melalui kajian mimetik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa kutipan naratif dan dialog dalam novel yang dianalisis berdasarkan tiga kategori utama, yaitu pola interaksi dan kontak sosial, stratifikasi sosial dan status, serta norma dan nilai budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan interaksi sosial yang bersifat pasif, hierarkis, dan solidaritas situasional sebagai cerminan lemahnya fungsi institusi sosial. Stratifikasi sosial digambarkan melalui perbedaan pendidikan, pekerjaan, dan kekuasaan yang membatasi mobilitas sosial masyarakat kecil. Sementara itu, norma dan nilai budaya seperti kekeluargaan, pengorbanan, optimisme, dan etos kerja berfungsi sebagai modal sosial dalam mempertahankan kehidupan di tengah keterbatasan struktural. Temuan ini menegaskan bahwa Orang-Orang Biasa tidak hanya menghadirkan narasi fiktif, tetapi merepresentasikan realitas sosial masyarakat marginal secara kritis dan reflektif.