Fenomena ketimpangan sosial, keterbatasan akses pendidikan, dan kemiskinan struktural masih menjadi realitas yang kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan kerap direpresentasikan melalui karya sastra. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi realitas sosial dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata melalui kajian mimetik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa kutipan naratif dan dialog dalam novel yang dianalisis berdasarkan tiga kategori utama, yaitu pola interaksi dan kontak sosial, stratifikasi sosial dan status, serta norma dan nilai budaya masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan interaksi sosial yang bersifat pasif, hierarkis, dan solidaritas situasional sebagai cerminan lemahnya fungsi institusi sosial. Stratifikasi sosial digambarkan melalui perbedaan pendidikan, pekerjaan, dan kekuasaan yang membatasi mobilitas sosial masyarakat kecil. Sementara itu, norma dan nilai budaya seperti kekeluargaan, pengorbanan, optimisme, dan etos kerja berfungsi sebagai modal sosial dalam mempertahankan kehidupan di tengah keterbatasan struktural. Temuan ini menegaskan bahwa Orang-Orang Biasa tidak hanya menghadirkan narasi fiktif, tetapi merepresentasikan realitas sosial masyarakat marginal secara kritis dan reflektif.
Copyrights © 2026