Hisam Asngari
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLIKASI HUKUM ATAS PELANGGARAN HAK CIPTA TERHADAP KONTEN CREATOR DI SOSIAL MEDIA Danang Permadi; Hisam Asngari
Jurnal Ilmu Hukum Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Hasanuddin Pare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital era has given rise to a new profession: content creators, who utilize social media as a primary platform for their work. However, the ease of access and dissemination of information on social media also opens wide opportunities for copyright infringement. This study aims to examine in-depth the legal implications arising from copyright infringement of content creators' works on social media, as well as to analyze the effectiveness of existing legal protections. The research methods used were literature review and analysis of legislation, specifically Law Number 28 of 2014 concerning Copyright. The results indicate that copyright infringement of content creators is subject to criminal and civil penalties. However, law enforcement is often hampered by several factors, such as the difficulty of providing evidence, cross-border jurisdiction, and low public legal awareness. This study recommends the need for extensive legal education for the public and content creators, as well as optimizing the role of social media platforms in protecting their users' copyright. This will enable the creative industry ecosystem on social media to grow healthily and sustainably.
KEBIJAKAN STABILISASI HARGA PADA TINGKAT MIKRO DAN PENGARUHNYA TERHADAP KONSUMSI MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Nerissa arviana fadhila; Silvia Maulidatul Umah; Hisam Asngari
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 No. 2, Januari 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan stabilisasi harga merupakan salah satu bentuk kebijakan mikro ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah untuk memastikan keterjangkauan harga serta menjaga kestabilan tingkat konsumsi masyarakat, terutama pada komoditas kebutuhan pokok. Ketidakstabilan harga yang berlebihan berpotensi menurunkan daya beli dan memengaruhi pola konsumsi masyarakat, sehingga campur tangan pemerintah pada level mikro diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasar.[1] Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan stabilisasi harga pada tingkat mikro serta dampaknya terhadap konsumsi masyarakat dalam perspektif ekonomi Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis dokumen kebijakan dan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan stabilisasi harga mampu memberikan perlindungan kepada konsumen dan menjaga stabilitas konsumsi apabila diterapkan secara adil dan proporsional. Dalam perspektif ekonomi Islam, kebijakan intervensi harga diperbolehkan sepanjang ditujukan untuk mewujudkan kemaslahatan, menegakkan prinsip keadilan, dan mencegah terjadinya distorsi pasar.[2] Oleh karena itu, pelaksanaan kebijakan stabilisasi harga perlu disertai dengan pengawasan yang efektif agar tidak menimbulkan inefisiensi pasar dan tetap sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.[3] [1] Hal R. Varian, Intermediate Microeconomics: A Modern Approach, 9th ed. (New York: W. W. Norton & Company, 2014), 33–35. [2] Muhammad Umer Chapra, The Future of Economics: An Islamic Perspective (Leicester: The Islamic Foundation, 2000), 118–120. [3] Euis Amalia, Keadilan Distributif dalam Ekonomi Islam (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2016), 87–90.
ANALISIS TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE DALAM PERSPEKTIF FIQIH MUAMALAH Sofarul Mubarok; Hisam Asngari
Jurnal Ilmiah Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 No. 1, Juli 2026
Publisher : LPPM INSTITUT AGAMA ISLAM HASANUDDIN PARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong meningkatnya praktik jual beli online di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transaksi jual beli online dalam perspektif fikih muamalah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jual beli online diperbolehkan dalam Islam selama memenuhi rukun dan syarat akad serta terhindar dari unsur gharar dan riba. Metode pembayaran COD dan Virtual Account dinilai sesuai dengan prinsip syariah, sedangkan PayLater masih menimbulkan perbedaan pendapat karena adanya biaya tambahan dan denda yang berpotensi mengandung unsur riba. Oleh karena itu, pemahaman mengenai akad dan sistem pembayaran sangat penting agar transaksi online tetap sesuai dengan ketentuan syariah.